Showing posts with label Burung murai batu. Show all posts
Showing posts with label Burung murai batu. Show all posts

Thursday, August 20, 2015

Keistimewaan Murai Batu Medan

http://seputar-infoburungs.blogspot.com
Keistimewaan Murai Batu Medan. Murai Batu Medan yang memiliki nama ilmiah Copsychus malabaricus bisa jadi adalah Murai Batu yang paling dicari di pasar burung. Murai Batu Medan adalah salah satu jenis burung kicau super gacor yang sangat diminati dan digandrungi oleh para pecinta burung kicau indonesia. Secara fisik, Murai Batu sangat gagah dan macho, serta dengan suara yang membuat kita merasa damai karena sangat indah dan merdu untuk di dengarkan apalagi Burung Murai Super Gacor. Dan salah satu jenis murai batu yang paling populer di indonesia adalah Murai Batu Medan.

Popularitas Murai Batu Medan memang dianggap “lebih baik” daripada Murai Batu Kalimantan, meskipun itu relatif. Dan harga Murai Batu Medan saat ini terbilang tinggi karena memang kualitasnya yang jempolan dan populasinya yang semakin sedikit. Disebut Murai Batu Medan karena burung ini habitat aslinya di Sumatera utara, sedangkan ibukota provinsi Sumatera utara adalah Medan. Lebih detil lagi, menurut sejarah Murai Batu Medan ditemukan di wilayah Bahorok, Bukit Lawang, dan kaki gunung leuser di sumatera utara dan di aceh. 

  • Panjang ekor Murai Batu Medan antara 22-28 cm.
  • Terdapat garis hitam horizontal dari pangkal dan membelah ekor yang sekilas membentuk huruf U.
  • Memiliki warna bulu hitam yang tegas dan mengkilat. Dan saat terkena sinar matahari maka akan terlihat warna kebiru-biruan (samber lilin).
  • Murai batu medan memiliki postur tubuh yang besar dan atletis.
  • Warna kaki cenderung hitam dan akan lebih menghitam seiring dengan pertumbuhan usia.
  • Dari kualitas suaranya, MB medan memiliki suara yang lebih lantang.
  • MB Medan mempunyai mentalitas yang kuat.
    Memang sekilas tidak ada perbedaan mencolok dari Murai Batu Medan dengan Murai Batu kalimantan misalnya. Tetapi logikanya, tidak mungkin orang mencari Murai Batu medan jika tidak ada keistimewaan tertentu. Semoga artikel ini bermanfaat, terimaksih.
Read more > Keistimewaan Murai Batu Medan

Monday, July 22, 2013

Cara membedakan murai batu jantan dan betina

Cara membedakan murai batu jantan dan betina - Seberapa pentingkah kita harus mengetahui perbedaan antara jantan dan betina khususnya untuk burung yang sedang terkenal dengan harga yang lumayan diperhitungkan ini (Murai Batu), karena kebanyakan dari beberapa burung kicauan dari mulai kacer, cucak hijau, jalak suren, jalak nias, lovebird, plentet, murai batu, dan juga jenis burung lainnya yang lebih sering dan banyak variasi kicauannya adalah yang berjenis kelamin jantan. Untuk itu sangatlah direkomendasikan oleh para ahli perburungan jika ingin membeli yang berjenis kelamin jantan.
 
Bagi sebagian orang, cara membedakan murai batu jantan dan betina sangatlah mudah, namun sebagian lain, menganggap bahwa hal tersebut sangat sulit mengingat ciri-ciri murai batu jantan dan betina tidak terlalu berbeda. Bagi para kicau mania yang mungkin belum terlalu faham mengenai perbedaan antara Murai batu Medan yang jantan dan betina, dan berikut adalah ciri-cirinya:

1. Ciri-ciri Murai Batu jantan :

  • Bertubuh besar dan kekar
  • Warna bulu yang kontras, yang hitam pekat pada bagian kepala dan punggung serta memiliki dada yang berwarna kecoklatan atau merah tua.
  • Panjang ekor Murai Batu jantan biasanya lebih dari 17 cm.
  • Pada saat berkicau, Murai Batu jantan mempunyai variasi yang cukup banyak dan tidak monoton, selain itu, volumenya sangatlah keras dan biasanya lebih gacor.
2. Ciri-ciri Murai Batu betina :

  • Ukuran tubuhnya cukup kecil
  • Memiliki warna bulu yang sedikit pudar hampir keabu-abuan dan tidak setajam Murai batu jantan. Namun, ada beberapa kasus dimana Murai Batu betina memiliki warna yang identik dengan jantan.
  • Dengan umur yang sama dan proses perawatan yang sama pula, namun panjang ekor Murai Batu betina lebih pendek dari pada jantan, panjangnya kurang lebih 10 s/d 15 cm, meskipun dalam beberapa kasus ada yang lebih panjang.
  • Suara yang dimiliki Murai betina lebih kecil dan tipis dan tidak variatis dan kurang gacor.
Demikian yang dapat disampaikan sebagai bahan pertimbangan, namun seperti yang sudah disampiakn diatas jika anda ingin memeiliki Murai Batu Medan selayaknya jangan malu bertanya kepada teman yang kebetulan memiliki Murai Batu Medan yang sudah ahli.
Read more > Cara membedakan murai batu jantan dan betina

Tuesday, July 2, 2013

Cara merawat Murai Batu agar rajin berkicau

Cara merawat Murai Batu agar rajin berkicau - Seperti pada artikel yang sebelum-sebelumnya dan juga tidak berbeda jauh  dengan artikel yang disampaikan oleh para penggemar burung kicauan yang  ikut menyampaikan tips yang asyik dan unik mengenai tata cara bagaimana  agar burung kesayangan "Murai Batu" dapat rajin berkicau dan gacor.

Di sini saya akan mencoba menulis sedikit tentang bagaimana Cara merawat Murai Batu agar rajin berkicau (gacor).

Pada dasarnaya apa yang akan saya sampaikan ini tidak beda jauh dengan penulis-penulis lainnya mengenai tata cara bagaimana merawat dan  memproes Murai Batu agar cepat bunyi dan rajin  bericau.

Berikut adalah Cara merawat Murai Batu agar rajin berkicau (gacor):

1. Pertama diawalai dari cara pemilihan jenis kelamin burung karena  biasanya yang rajin berkicau adalah yang jenis kelamin jantan, dan  kebanyam para penghobi burung sudah tahu ciri-ciri bedanya antara burung  jantan dan betina.

2. Selanjutnya burung dimandikan setiap pagi dengan cara semprot pakai  spray atau jika memungkinkan berilah cepuk agar burung lebih leluasa  mandinya yaitu pada sekitar jam 7an atau tergantung situasi atau mungkin  lebih siang sedikit jika kondisi hujan (karena kebetulan lagi musim  hujan) dan jangan lupa apabila mandi dengan cepuk, ambil cepuk kembali  apabila sudah selesai mandi.

3. Lakukan penjemuran selama kurang lebih 1 jam jika matahari benar-benar  cerah dan oleh lebih lama apabila kondisi matahari tidak begitu cerah.

4. Sediakan makanan yang cukup seperti voer yang berkualitas (maaf tidak  bermaksud promosi: topsong sudah lumayan bagus) karena pada makanan  kemasan terebut terdapat kandungan vitamin, protein dan zat lain yang  dibutuhkan oleh burung.

5. Berilah makanan tambahan pada burung atau yang lebih dikenal dengan  (EF: Extra Fooding) seperti jangkrik setiap pagi 2 - 3 ekor dan sore  demikian juga 2-3 ekor, bisa juga ditambah dengan ulat hongkong cukup  satu sendok makan untuk 2-3 hari dan juga berikan kroto sebagai variasi  jenis EF lainnya yang juga sangat digemari oleh Murai Batu.

6. Lakukan pemasteran suara, baik melalui suara burng secara langsung  seperti misalnya didekatkan dengan sesama Murai Batu namun diusahakan  yang sudah gacor, atau  bisa juga dengan burung  lain yang memang special buat master suara seperti jalak suren, jalak  kebo, atau jalak yang lain karena jalak memang sudah terkenal dengan  suaranya yang sangat kencang dan keras dan bisa juga dengan menggunakan  suara burung Murai Batiu dalam bentuk MP3 yang sudah pernah jadi jawara (bisa download di internet) dengan settingan suara yang bisa membuat Murai Batu kita bisa berlatih dan terbiasa dengan suara tersebut. 

7. Dan yang terakhir yang tidak kalah penting adalah buatlah suasana  disekitar rumah diusahakan ramah terhadap burung artinya jangan sampai  burung merasa tidak nyaman, terganggu dengan adanya penggoda yang memang  sengaja menggoda atau karena tidak tahu dan hanya sekedar ingin iseng,  maka kalo bisa hal seperti itu diusahakan untuk dihindari demi  kenyamanan burung, karena akan berpengaruh pada fisik dan psikis si  burung itu sendiri dan secara tidak langsung akan mempengaruhi seni dan  kualitas suara dan ocehan si burung.

Demikian Cara merawat Murai Batu agar rajin berkicau dari saya semoga bermanfaat, pada dasarnya tips dan cara  seperti itu tidak multak harus dilakukan sama percis seperti yang saya  sampaikan karena tergantung kondisi, situasi dan kesabaran serta  keuletan dalam kita memberikan perhatian terhadap hewan kesayangan kita.

Selamat mencoba dan semoga berhasil.
Read more > Cara merawat Murai Batu agar rajin berkicau

Saturday, April 27, 2013

Bagaimana membedakan jenis burung muray batu medan


Muray batu medan populer dikalangan pengemara burung kicauan sejak akhir tahun 90an, dan merajai hampir seluruh kontes-kontes kala itu sehingga membuat burung ini banyak dicari-cari oleh penggemar burung kicauan diwaktu itu. hingga sekarang burung muray jenis ini masih menjadi primadona di kalangan pecinta burung karena keindahan tarian ekornya serta suaranya yang nyaring. 

Bagaimana membedakan jenis burung ini dari jenis burung muray batu lainnya yang berasal dari daerah lain :


  1. Bentuk badan yang besar akan tetapi proporsional karean bentuk bodynya yang juga panjang, sehingga terlihat lebih atletis,
  2. Warna hitam di bulunya terlihat hitam legam dan mengkilat namun dibagian daerah kepalanya akan terlihat berwarna hitam dengan semburat biru yang akan memantul kebiruan jika terkena cahaya.
  3. Kakinya yang berwarna merah kehitam-hitaman ( burung muda ) dan akan terlihat bersisik jika sudah dewasa / tua, selain itu bentuk kaki MB medan jika sudah dewasa / tua akan membentuk seperti buah belimbing, yaitu lekukan yang terlihat jelas dikakinya.
  4. Terdapat tanda bercak - bercak berwarna putih yang berbentuk seperti bulatan besar/kecil disekitar pangkal ekor dan pangkal paha kaki yang mendekati pangkal ekor.
  5. Mempunyai ciri khas yaitu muray baru medan memiliki kemampuan menari dengan membuka tutup ekor putihnya seperti kipas. Sebenarnya ada beberapa jenis muray batu dari daerah lain yang juga memiliki kemampuan memainkan ekor putihnya namun tidaklah seatraktif dan variatif seperti halnya burung muray batu medan. Tapi harus juga di perhatikan juga bahwa prosesnya Murai batu saat memainkan ekor putihnya ( ngipas) biasanya di lakukan oleh si murai batu disaat saat awal emosi nya mulai merasa terpancing dan saat saat mendekati klimaks kemarahannya ( memuncak ) disaat terpancing dengan mendengar atau melihat musuhnya ( murai batu ) lainnya , maka MB tersebut akan membuka kemarahan awalnya dengan mengipas ekor putihnya.dan kemudian biasanya akan di ikuti dengan suara tretektretek atau kicauan marah yang juga terkadang kemudian di ikuti dengan peristiwa Murai Batu mulai berkicau dan memainkan ekornya NAIK TURUN dengan di ikuti dengan Membusungkan dada nya yang terkadang menyerupai seperti bentuk kepala ular.
  6. Murai batu Medan rata rata memiliki Vokal suara dasarnya yaitu suara yang besar ( ngebas ) dan keras . Biasanya terdengar dari alunan kicauannya saat mengeluarkan suara suara alam dan hutannya.Namun Murai batu ini terkenal pintar meniru suara burung lain sehingga terkadang walau suara nya besar dan ngebas namun saat dia mampu meniru suara yang lain akhirnya bunyi tembakan serta crecetannya menjadi nyaring sekali dan terdengar sangat bagus.Ini dapat kita perhatikan dan amati saat MB ini mengalunkan suara alamnya seperti suara tembakan air terjunnya yang panjang dan terkesan bergulung ( nge Roll ). Sementara suara bas nya akan indah terdengar saat dia berkicau suara hutannya yaitu suara siamang atau beruk hutan yang memang terdengar sangat keras dan panjang berulang ulang tapi intonasi suaranya bertipe nge bas.

Read more > Bagaimana membedakan jenis burung muray batu medan

Thursday, April 18, 2013

Perbedaan Dengan Foto Antara Murai Jantan dan Betina.

SECARA umum murai batu gampang dibedakan antara jantan dan betinanya berbeda dengan jenis burung monomorpic (seperti ANIS), murai batu jantan tentu memiliki postur dan warna yang lebih terang/jreng dibanding betinanya walaupun dalam beberapa kasus ada juga jantan berwarna sedikit doff.

Dibawah ini secara umum perbedaan jantan dan betina murai batu:


Jantan :
Tubuh cendrung lebih besar
Kepala besar dan Lebar.
Ekor panjang dan lebar.
Kaki panjang dengan sisik sedikit kasar.
Bulu hitamnya lebih berkilau, (biru indigo)

betina:
Tubuh lebih kecil.
Kepala kecil dan Bulat.
Ekor pendek dan kecil.
Kaki pendek dengan sisik lebih halus.
Bulu putih yang ada di punggung agak sempit, bulu hitam sedikit kusam atau keabu2an,

Untuk membedakan piyik agak sulit, kalau piyik tersebut mempunyai tubuh lebih besar dan panjang, serta pada sayap bagian tengah dadanya terdapat bintik-bintik berwarna coklat maka dapat dipastikan bahwa piyik tersebut berjenis kelamin jantan.
Piyik betina ; memiliki tubuh yang lebih kecil dan pendek, pada bagian tengah dadanya ada bulu muda keputihan sedikit bercampur dengan coklat tipis yang memanjang ke bawah.

Demikian sedikit gambaran Jantan dan Betina Murai Batu
Read more > Perbedaan Dengan Foto Antara Murai Jantan dan Betina.

Cara Merawat Murai Batu Yang Baik Dan Benar

Murai Batu memang burung yang paling banyak disukai para pencinta burung, terutama orang-orang yang suka memperlombakan burung kesayangannya.
Selain suaranya yang merdu harganya yang mahal juga menjadi salah satu daya tarik dari burung Murai Batu. Khusus buat anda yang ingin belajar tentang Bagaimana Cara Merawat Murai Batu Yang Baik Dan Benar, saya akan memberikannya untuk anda. Berikut Cara Merawat Murai Batu Yang Baik Dan Benar.
Perawatan harian untuk burung  Murai Batu  relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.


Salah Satu Perawatan Yang Harus Selalu Di Perhatikan Adalah Makanan Sehari-Hari

MAKANAN YANG SESUAI UNTUK BURUNG MURAI BATU

  • Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung Murai Batu. Voer harus selalu tersedia didalam cepuknya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
  • EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik buat burung Murai Batu  yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Cacing, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberian EF tersebut.



Berikut ini Pola Perawatan Harian dan Stelan Harian untuk burung Murai Batu:


  • Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
  • Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer dan Air Minum.
  • Berikan Jangkrik 4 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
  • Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
  • Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
  • Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan suara Master atau burung-burung Master.
  • Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
  • Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF.
  • Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara Master selama masa istirahat sampai pagi harinya.
Itulah Tadi Tips Mengenai Cara Merawat Murai Batu Yang Baik Dan Benar, semoga bermanfaat bagi anda,
Read more > Cara Merawat Murai Batu Yang Baik Dan Benar

Ciri Khusus Murai Batu Medan

Ciri Khusus Murai Batu Medan, misalnya saja bentuk tubuh murai batu medan itu lebih besar namun propesional  karena bodynya oanjang namun terlihat atletis, Murai Batu medan saat ini di angap jenis murai yang lebih baik dari jenis murai yang lainya dilihat dari segi segi suara muraimedan memang memiliki kelebihan dibandingkan dengan jenis murai  murai lainya, namun  kalo menurut saya itu tergantung Burung Murainya itu sendiri sih banyak juga burung murai kalimantan atau pun jenis lain yang memiliki suarayang bagus, tapi di postingan kali ini akan fokus pada Ciri khusus Murai Batu Medan  ngaa banyak ngomong lagi monggo disimak Ciri Khusus Murai Medan :

  1. Dari segi Bentuk bandan: murai medan cenderung memilik badan yang cenderung lebih besar namun tetap atletis
  2. Dari segi warna Bulu hitamnya : Biasanya burung murai medan memiliki warna bulu hitam legam dan mengkilat, kalo terkena sinar matahari bisanya akan terlihat warna kebiru biruan
  3.  Dari segi kaki : pada burung murai batu medan muda warna kakinya biasanya adalah merah kehitam hitaman namun tidakjarang pula ditemukan murai medan muda yang memilikikaki hitam (kalo menurut orang-orang murai kaki hitam itu Bagus), saat tua warna kaki murai medan akan semakin menghitam
  4. Dari segi ekor : lihat gambar aja gan biar lebih jelas : 
Murai medan
Perbedaan ekor Pada Murai

Na itu tadi ciri sedikit tentang ciri ciri khusus murai medan, untuk memperjelas lagi monggo di simak gambar burung murai mendan di bawah ini :
murai medan
murai medan
Add caption
murai medan


Read more > Ciri Khusus Murai Batu Medan

Kebutuhan Mandi pada Murai Batu

 
Apakah Murai Batu perlu dimandikan setiap hari.........?????????????? Sama seperti manusia, Murai Batu juga membutuhkan mandi. Selain untuk menyegarkan tubuh, mandi juga berguna untuk menghilangkan kotoran yang mungkin melekat pada bagian tubuh dan juga untuk menjaga tingkat stabilitas suhu tubuh, karena Murai Batu adalah hewan berdarah panas, yaitu hewan yang bisa menyesuaikan suhu tubuhnya Lalu, apakah Murai Batu perlu mandi setiap hari....????? Dialamnya, mandi bisa dikatakan sebagai ritual harian wajib buat sebagian besar Murai Batu.
Makanya jangan heran, Murai Batu selalu memilih daerah yang memiliki alur sungai sebagai habitatnya. Ini terkait dengan kebutuhan harian akan air baik untuk minum maupun mandi. Kapankah waktu yang tepat untuk memandikan Murai Batu....????? Secara umum, ritual mandi lebih sering dilakukan di pagi hari oleh sebagian besar jenis burung termasuk Murai Batu. Hal ini dilakukan karena setelah mandi burung membutuhkan proses penjemuran untuk mengeringkan bulunya. Matahari yang bersinar di pagi hari yang dianggap sehat dan dibutuhkan untuk membantu proses metabolisme dalam pembentukan vitamin D adalah waktu terbaik buat Murai Batu untuk berjemur ria. Tapi, adakalanya Murai Batu juga bisa mandi di siang atau sore hari. Ini lebih cenderung karena kebutuhan di luar yang bersifat rutin. Misalnya di masa kawin dan di masa mabung, pola mandi Murai Batu cenderung mengalami perubahan. Atau pasca Murai Batu mengkonsumsi makanan yang cenderung membuat suhu tubuhnya meningkat, maka mandi adalah solusi terbaik untuk menstabilkan suhu tubuhnya. Perlu juga difahami, ada kondisi-kondisi tertentu yang bahkan membuat Murai Batu cenderung menghindar untuk mandi, misalnya: 1. Di masa awal kerontokan bulu pada saat mabung. 2. Di musim hujan, di mana pada saat itu Murai Batu cenderung bersembunyi direrimbunan pohon. Apakah kita bisa memahami kapan waktunya Murai Batu membutuhkan mandi...??? Bisa. Caranya dengan memperhatikan gerak-gerik dan bahas tubuh dari Murai Batu. Muri Batu yang sedang butuh mandi biasanya sering mematuki mangkok air minum bukan untuk minum, tapi seperti sedang memercik-mercikan air yang ada di dalam mangkok minumnya. Selain itu, Murai Batu yang butuh mandi juga sering memegarkan bulu di bagian kepala dan dadanya sambil menggoyang-goyangkan badannya seperti sedang membersihakn atau merapikan bulu. Semoga coretan tangan ini bisa bermanfaat.
Read more > Kebutuhan Mandi pada Murai Batu

Pengobatan Kutu Pada Murai Batu

Pengobatan Kutu Pada Murai Batu
Kutu pada burung bisa menyebabkan burung kerja tidak maksimal (karena selalu pengin garuk-garuk, hehehe) selain itu juga bisa menyebabkan bulu burung rusak. Sebenarnya banyak tips yang sudah ditulis oleh penghobi burung di berbagai media. Di sini saya hanya akan menggaris bawahi dan menekankan perlunya pencegahan, yang naga-naganya kurang diperhatikan. 
Di antara penghobi burung ada yang menyarankan digunakan zat non-kimia, ada yang menyarankan pakai obat (kimia) merek tertentu untuk pengobatan. Masalah pengobatan memang perlu dibahas, tetapi pertama-tama yang ingin saya sampaikan adalah bagaimana mencegah agar burung tidak kutuan, disambung dengan masalah pengobatan.
Berikut adalah tips pengobatan kutu pada murai batu secara alami :
Rebus 7-10 helai daun sirih dengan air sebanyak 1 liter (4 gelas ukuran normal). Setelah direbus sampai air berwarna hijau gelap (1 liter) diangkat dan didinginkan Air itu bisa disemprotkan ke burung secara merata dan usahakan benar-benar bisa masuk sampai ke bulub terdalam. Paling aman, burung dipegang dan dimandikan secara langsung di tangan sehingga air sirih merata membasahi bulu tanpa banyak mengenai mata burung (kalaupun kena juga nggak apa-apa asal tidak keterpa terus-menerus). Setelah dimandikan air sirih, jangan dibilas dulu sampai sekitar 1-2 jam (agar kutu dan telornya benar-benar “tahu rasa deh” hehehe).
Demikian Tips dalam membasmi kutu yang membuat murai batu anda jadi males berkicau...
Read more > Pengobatan Kutu Pada Murai Batu

Murai Batu Mendadak Macet

 
Para penggemar burung Murai Batu, pasti pernah mengalami berbagai masalah yang dihadapi selama memelihara Murai. Apalagi yang pernah memelihara burung Murai Batu lebih dari 2 atau 3 ekor, bahkan mungkin ada yang pernah memelihara sampai 5 ekor di rumah yang memiliki halaman yang sempit. Akibatnya salah satu atau beberapa ekor burung Murai Batunya mendadak macet.


Suatu waktu, saya main ke rumah seorang teman (kebetulan baru kenal di pasar burung) yang memelihara burung Murai Batu sampai 5 ekor di rumahnya. Tetapi hebatnya ke 5 ekor burung Murai Batu nya pada gacor-gacor semua, kok bisa ya. ah... saya pikir, paling cuma gacor di rumah saja, belum tentu kalau di latberan. Pada hari minggu, kebetulan ada latberan di pasar burung, kebetulan juga untuk Murai disediakan 3 kelas yang berbeda. Saya menunggu kehadiran teman saya yang memelihara 4 ekor Murai tersebut, apa dia membawa ke 5 burungnya ? pikir saya. Eh, ternyata teman saya tersebut muncul dengan sudah membeli tiket pendaftaran untuk ke 3 kelas Murai Batu tersebut. Sayangnya teman saya itu cuma membawa 4 ekor burung Murai Batunya. "repot kalau bawa semua", katanya.
Lalu lomba pun berlangsung, dan tentunya saya dengan setia memperhatikan kelas demi kelas. Luar biasanya ke 4 burung yang dibawa teman saya tersebut, semua masuk ke dalam jajaran 5 besar yang dimainkan bergantian dalam 3 kelas. ck ck ck... saya pun berdecak kagum. Bagaimana ya cara merawat burung seperti itu. Soalnya di rumah saya ada 3 ekor burung Murai Batu, pada awalnya ke 3 burung Murai Batu saya sama bagusnya dan sama gacornya. Tetapi setelah beberapa bulan, 1 dari ke 3 ekor burung saya itu mendadak macet. Awalnya saya kira mau masuk masa mabung, ternyata tidak.

Sayapun menimba ilmu dari teman saya itu, dengan cara diam-diam. Hampir setiap hari, saya main ke rumah teman saya itu, sambil memperhatikan cara dia merawat burungnya. Dari membuka kerodong, memandikan, memberi extra fooding, jemur sampai ke pengerodongan kembali. Ah... kayaknya rawatannya tidak beda jauh dengan rawatan saya, biasa saja kok. Tapi saya makin penasaran. Selidik punya selidik akhirnya terungkap juga, ternyata waktu menyimpan di dalam rumah ada cara tertentu.

Menurut penjelasan teman saya itu, kalau menempatkan burung Murai Batu dalam rumah, harus berjauhan, minimal berjarak 4 meter, lalu di antara Murai Batu tersebut, tempatkan burung-burung kecil seperti kenari, prenjak atau lovebird, yang tidak mengganggu mental Murai Batu, dan usahakan ditempatkan di tempat yang agak gelap, dan kerodong tidak boleh terlalu tebal. hanya itu ? ya.. hanya itu

Pantas, saya selama ini menggantung Murai Batu saya bersebelahan, dan akibatnya burung Murai Batu saya yang berada di posisi tengah jadi macet, dan tentunya perlu waktu untuk memulihkannya.
Read more > Murai Batu Mendadak Macet

Burung Murai Batu Import




Murai Batu Import
Selain Murai Batu yang asli Indonesia, ada juga Murai Batu yang berasal dari luar Indonesia atau biasa disebut Murai Import. Postur tubuh tidak terlalu berbeda. Pada beberapa species corak warna tubuh hampir sama dengan Murai yang ada di Indonesia, tetapi pada beberapa species lain memiliki corak warna yang sangat berbeda.
.
Murai Batu Import tersebut adalah sbb :


1. MURAI MALAYSIA
Hidup tersebar di wilayah Semenanjung Malaysia. Mempunyai ukuran tubuh lebih besar dari ukuran tubuh murai batu medan. Warna tubuh juga sama dengan murai medan. Ekor panjang dan tipis dan dapat mencapai 35 cm.


Copsychus interpositus ssp interpositus


2. MURAI THAILAND
Burung ini biasanya sangat dicari oleh penggemar burung murai. Ukuran tubuh lebih kecil dari murai batu medan, panjang ekor bisa mencapai 35 cm bahkan terkadang lebih panjang lagi. Warna bulu berwarna kebiru-biruan (indigo). Hidup di sekitar perbatasan Thailand dan Malaysia.

Copsychus malabaricus ssp indicus
(burung di atas milik seseorang hobbiest dan peneliti Murai di Singapura)


3. MURAI PHILIPPINES
Murai Philippines terdapat beberapa species kerabat Murai, antara lain :

MURAI LUZON (Copsychus luzoniensis), White Browed Shama
Jenis ini sebenarnya lebih layak apabila disebut sebagai Murai Hias, karena keindahan warna tubuh yang dimilikinya. Oleh sebab itu burung ini sangat diminati oleh para kolektor murai batu.



Copsychus luzoniensis

Keunikan dari Murai Luzon ini adalah memiliki perut dan dada berwarna putih, jadi sekilas terlihat seperti sepupunya dari spesies Copsychus saularis (Kacer Hitam Putih/ Kacer Dada Putih).


MURAI CEBU (Copsychus cebuensis), Black Shama
Selain murai Luzon yang berbulu indah, ada juga murai philippines yang terdapat di Cebu, biasa disebut sebagai Murai Cebu yang kebanyakan berwarna hitam polos, beberapa subspecies Murai Cebu berwarna kebiru-biruan pada seluruh tubuhnya, ada juga yang memiliki warna putih pada perut dan ekor bagian bawah.

MURAI NIGER (Copsychus niger), White Vented Shama
Jenis ini tersebar di Palawan, Calamian, Balabac dan Sabang. Memiliki warna hitam pada seluruh tubuhnya. Pernah masuk di Indonesia dengan nama Murai Papua (sebuah penamaan yang salah).
Beberapa species ini terdapat warna putih pada perut. Ekor lebih panjang dari murai luzon atau murai cebu.

Copsychus niger
Read more > Burung Murai Batu Import

Suara Burung Murai Batu Hutan Mp3

Sudah pernah dengar suara murai batu hutan, ternyata variannya cukup unik lumayan untuk menambah varian suara burung anda di rumah




Download Suarang Burung Murai Batu Hutan 
Read more > Suara Burung Murai Batu Hutan Mp3

Download suara murai batu mp3


Suka sama suara-suara alam, antara lain suara kicauan burung??? Nah salah satu burung kicau yang terkenal di Nusantara bahkan seantero dunia adalah Burung Murai Batu. Burung yang punya nama latin Copsychus malabaricus termasuk ke dalam famili Turdidae. Penyebarannya di seluruh pulau Sumatera, Semenanjung Malaysia, dan sebagian pulau Jawa. Makanan umum burung Murai Batu adalah serangga kecil


Burung Murai Batu (Copsychus malabaricus) merupakan salah satu jenis burung berkicau yang memiliki suara merdu dan indah. Maka wajar bila jenis burung ini banyak penggemarnya, terutama dari masyarakat kalangan menengah ke atas. Namun keberadaan burung Murai Batu dapat terancam punah, jika tidak diikuti dengan penangkaran dan pelestarian.

Memiliki tubuh hampir seluruhnya hitam, kecuali bagian bawah badan berwarna merah cerah hingga jingga kusam. Panjang tubuhnya 14-17 cm. Terdapat sedikit semburat biru di bagian kepala. Ekor sepanjang 15-20 cm miliknya ditegakkan dalam keadaan terkejut atau berkicau.

Perbedaan burung jantan dan betina terletak pada kicauan si jantan yang lebih aktif dan ekor lebih panjang. Jantan tidak bisa menoleransi adanya jantan lain di sekitar wilayahnya. Sementara betina sulit menerima jantan yang tidak dikenal.

Buat sobat-sobat yang ingin menikmati suara kicauan energik dari Burung Murai batu bisa Download link dibawah ini:

Read more > Download suara murai batu mp3

Tips Merawat Murai Batu Bakalan Muda Hutan

Tips Merawat Murai Batu Bakalan Muda Hutan
Cara Memelihara Murai Batu Bakalan Muda Hutan ini adalah notasi yang saya ambil dari pengalaman memelihara burung murai batu bakalan, dan perbincangan dengan rekan-rekan  Mataram yang sudah lebih berpengalaman dalam hal perawatan burung kicauan. Hal yang membedakan murai batu bakalan hutan dan hasil penangkaran/ternak adalah, murai batu bakalan biasanya memiliki keunggulan dalam variasi kicauan, namun memiliki tingkat kesulitan yang lebih diawal pemeliharaannya. Lain halnya dengan anakan murai batu hasil penangkaran, kita bisa langsung terapkan cara perawatan murai batu yang sudah banyak di ulas di blog-blog master 
Oke, langsung pada pokok bahasan yaitu cara memelihara murai batu bakalan muda hutan :
1. Tempatkan bakalan murai muda hutan pada sangkar kotak terlebih dahulu, jangan langsung menggunakan sangkar murai yang berbentuk bulat besar. Sangkar kotak jangan terlalu besar pilih yang sedang saja, ini bertujuan agar murai bakalan lebih sempit ruang geraknya agar tidak loncat kesana kemari dan lebih tenang.
2. Gunakan satu tangkringan saja, beri tempat makanan dan minuman yang besar. Dan sangkar sebaiknya tertutup (bisa memakai koran) ini juga membantu burung murai bakalan lebih tenang dan cepat beradaptasi.
3. Untuk makanan, berikan vur yang dicampur dengan kroto dan ulat hongkong yang diaduk rata, anda juga bisa memberikan jangkrik yang dipotong-potong dan di campur kedalam vur juga. Tujuan pemberian ulat dan jangkrik yang dipotong-potong yaitu agar vur mudah menempel pada ulat atau jangkrik dan termakan oleh murai bakalan kita. Sehingga burung nantinya menyukai vur sebagai makanan pokoknya. Karena inti perawatan murai batu bakalan hutan adalah membuatnya mau makan vur. 
4. Gantang sangkar atau tempelkan pada dinding ditempat yang tenang yang jarang orang lalu lalang. Jangan sering-sering mengganggu bakalan murai batu kita, bersihkan dan cek pakan dan air 3 hari sekali saja. 
5. Jangan sekali kali memandikan murai batu bakalan hutan kita, sampai terlihat dia mandi sendiri di tempat minum. 
6. Lihat kotoran burung tersebut apakah sudah makan vur atau belum, jika sudah full mau makan vur anda bisa membuka tutup sangkar.
7. Bila burung sudah full makan vur anda sudah bisa menerapkan cara perawatan murai batu secara umum. namun dalam penjemuran sebaiknya memakai kerodong dan jangan terlalu lama. 
8. Jangan gantang burung diluar yang banyak orang lalu lalang tanpa kerodong atau penutup kurung sampai burung sudah mau berkicau lantang. 
9. Adalah kunci semua kesuksesan, yaitu SABAR. 
Demikianlah cara atau tips perawatan burung murai batu bakalan hutan semoga ada manfaatnya untuk kita, mohon maaf bila ada kekurangan dalam penyampaiannya.
Read more > Tips Merawat Murai Batu Bakalan Muda Hutan

Cara Memilih Bahan Burung Murai Batu Yang Baik

 Cara Memilih Bahan Burung Murai Batu Yang Baik
Diasumsikan murai batu bakalan adalah murai batu tangkapan hutan yang belum makan voer dan harganya juga relatif murah.
Yang perlu anda perhatikan dalam pemilihan ini adalah:
  1. Mata: Hindari membeli murai batu yang pada matanya sudah kelihatan tanda adanya katarak, yaitu selaput berwarna putih pada bola mata. Jika murai batu sudah katarak, resiko murai batu tersebut menjadi buta sangat tinggi sekali.
  2. Ekor: Cari murai batu yang memiliki ekor rapat dan tidak terlalu tebal. Ekor yang seperti ini selain enak dipandang, juga akan membuat murai batu memainkan ekornya pada saat ditrek. Hindari juga membeli murai batu yang tidak punya ekor, karena kita tidak bakalan tahu bagaimana bentuk dan jenis ekor dari murai batu tersebut, jika ekornya sudah tumbuh kembali.
  3. Bulu Dada: Kebanyakan murai batu memiliki bulu dada berwarna coklat, Tapi jika Anda mendapatkan murai batu dengan bulu dada cenderung berwarna kekuningan, maka itu rezeki Anda. Murai batu bakalan dengan warna bulu dada seperti ini, biasanya cepat berbunyi dan cepat juga jadi.
  4. Usia: Jangan pernah menilai usia murai batu hanya berdasarkan pengamatan pada kaki, ini bisa menipu calon pembeli. Murai batu bakalan muda mempunyai tanda bulu yang masih berbintik cokelat di bagian sayap sebelah luar maupun sayap sebelah dalam.
  5. Perilaku: Jika ada murai batu bakalan yang pada saat kita pegang dia menjerit kencang dan berusaha mematuk-matuk jari tangan, inilah murai batu dengan mental berani.
  6. Bentuk paruh: Sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
  7. Bentuk kepala: Pilih yang berbentuk kotak, mata bulat besar dan melotot. Ini menandakan burung ini mempunyai mental tempur yang baik.
  8. Postur badan: Pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
  9. Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
  10. Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
  11. Panjang ekor yang serasi dengan postur badan. Pilihlah bentuk ekor yang sedikit lentur.
  12. Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.
Read more > Cara Memilih Bahan Burung Murai Batu Yang Baik

Penanganan Burung Murai Batu Over Birahi

Penanganan Burung Murai Batu Over Birahi
Salah satu ciri-ciri burung murai batu yang terlalu birahi (over birahi) antara lain: agresif, bulu mengkorok, nglowo (sayap turun) dan mematuk ornamen sangkar.
  • Pangkas porsi Jangkrik menjadi 3 pagi dan 2 sore
  • Lakukan pengembunan (jam 05.30-06.00)
  • Berikan cacing 2 ekor 2x seminggu
  • Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore
  • Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja
  • Berikan multivitamin untuk menstabilkan kondisi fisik.
Read more > Penanganan Burung Murai Batu Over Birahi

Terapi Bulu Ekor Dan Sayap Murai Batu Yang Susah Tumbuh

 Terapi Bulu Ekor Dan Sayap Murai Batu Yang Susah Tumbuh
Terapi ini merupakan penemuan Om Iman Raptor, salah seorang penangkar murai batu (MB) di Jakarta. Ceritanya, dia sudah beberapa kali mengalami kegagalan dalam menangani bulu ekor dan sayap. Om Iman pernah mencoba metode tusuk jarum, atau pengolesan bawang putih dan margarin ke bekas tempat bulu ekor tumbuh, namun semuanya gagal.
Murai-bulu-ekorNamun ketiga percobaan yang gagal itu justru membuahkan gagasan brilian, ketika Om Iman mengkombinasi beberapa cara tersebut dengan perlakuan vitamin B-kompleks, kalk (calcium lactat), dan belalang hijau. Hasilnya, semua bulu yang semula bermasalah akhirnya bisa tumbuh dalam waktu sekitar 2 minggu, dan terlihat lebih segar. Burung pun menjadi rajin bunyi. 
Terapi ini bisa digunakan untuk mengatasi bulu ekor, bulu sayap, dan bulu di bagian tubuh lain yang selama 1-5 bulan tak pernah tumbuh pasca mabung, atau bulu lepas di luar masa mabung. Terapi ini secara teoritis juga dapat diterapkan pada jenis burung lain, meski Om Iman selama ini menerapkannya pada murai batu.
Read more > Terapi Bulu Ekor Dan Sayap Murai Batu Yang Susah Tumbuh

Deteksi Dini Terhadap Kondisi Murai Batu Yang Serak

 Deteksi Dini Terhadap Kondisi Murai Batu Yang Serak
Pernah mengalami kejadian di mana burung murai batu (MB) kesayangan Anda mengalami serak, sehingga performa suaranya menurun drastis? Suara serak bisa berlangsung singkat, dan burung langsung macet bunyi. Namun, bisa juga prosesnya berlangsung agak lama, tetapi hasil akhirnya juga sama: macet bunyi. Untuk mengatasinya tergantung dari faktor pemicunya. Di sini diperlukan napak tilas mengenai apa yang kita berikan atau diterima MB sebelum mengalami serak. Berikut ini tips deteksi dini terhadap kondisi murai batu yang serak.
Suara serak sebenarnya bukan masalah murai batu saja, tetapi juga sering dialami burung berkicau lainnya. Murai batu yang mengalami serak jelas akan mengalami penurunan kualitas suaranya. Volume suara yang biasanya keras tiba-tiba menjadi parau . Frekuensi berkicau yang semula tinggi pun akan berubah menjadi rendah (jarang berkicau), sampai akhirnya macet bunyi.
Sebelum macet bunyi, sebaiknya dilakukan penanganan segera. Sebab mengobati burung yang serak relatif lebih mudah daripada mengatasi burung yang macet bunyi, apalagi untuk burung lomba sekelas murai batu.
Seperti dijelaskan sebelumnya, untuk mencari sebabnya, kita perlu melakukan retrospeksi, napak tilas, atau mengingat kejadian apapun mengenai apa yang pernah kita berikan atau diterima MB sebelum mengalami serak. Berikut ini beberapa kemungkinan penyebab murai batu mengalami serak, beserta solusinya :

1. Serak akibat penjemuran terlalu lama

Masalah ini paling sering muncul. Hampir semua artikel mengenai perawatan burung berkicau selalu menyertakan aktivitas penjemuran, di samping setelan pakan dan extra fooding, mandi, dan pemasteran.
Beragam informasi mengenai cara penjemuran burung berseliweran di internet. Kalau tidak hati-hati dalam menyaring informasi tersebut, kita sering terjebak untuk membenarkan apa saja yang ditulis dalam artikel tersebut.
Satu hal yang selalu dianjurkan  dalam melakukan penjemuran adalah sebagai berikut:
  • Waktu penjemuran : diusahakan dalam rentang waktu pukul 08.00 – 11.00.
  • Durasi penjemuran: diusahakan dalam kisaran 1-2 jam, disesuaikan dengan kondisi dan karakter burung.
Sebagai contoh, Anda mulai menjemur pukul 08.00 dengan durasi 1 jam, berarti burung harus segera diangkat pukul 09.00. Jika ingin menjemur mulai puku 08.30 dengan durasi 2 jam, maka burung harus sudah diangkat pukul 10.30.
Pukul 11.00 merupakan batas maksimal waktu penjemuran, tetapi bersifat relatif. Di daerah yang berhawa sejuk seperti Bogor, Kaliurang, dan Batu, batasan waktu ini sangat tepat. Tapi bagi kota berhawa panas seperti Semarang, Jakarta, atau Surabaya, batasan maksimal bisa sedikit dikurang menjadi pukul 10.00 – 10.30.
Untuk mencegah kemungkinan serak, prinsip “lebih cepat lebih baik” perlu diterapkan. Maksudnya penjemuran dilakukan mulai 08.00, dengan durasi 1-2 jam. Ini jauh lebih aman. Sebab, seringkali kita tidak menyadari bahwa penjemuran terlalu lama bisa membuat individu murai batu tertentu mengalami heat stress.
Dalam kondisi awal, burung yang mengalami heat stress akan terlihat gelisah, sering turun ke plangkringan, suaranya menjadi serak, dan mulai jarang berbunyi. Maka, ketika Anda melakukan penjemuran dan melihat MB dengan gejala seperti ini, bisa dipastikan inilah penyebab utama mengapa suaranya menjadi serak.
Agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, durasi penjemuran perlu dikurangi di hari-hari berikutnya, setelah burung sembuh dari seraknya.

Solusi :
  • Untuk sementara waktu, stop dulu penjemuran.
  • Burung setiap hari dikerodong secara penuh, tetapi kotorannya harus dibersihkan dua kali sehari: pagi dan sore hari.
  • Berikan BirdTwitter selama 3-4 hari, atau sampai kondisi seraknya hilang. Untuk penggunaan yang efektif, silakan lihat cara pakainya di link tersebut.
Khusus MB yang serak akibat heat stress, penanganan tidak boleh ditunda lagi. Sebab jika tidak segera ditangani, sangat mungkin gejala heat stress akan melebar menjadi heat stroke.
Jika gejala stress terlihat ketika burung masih dijemur, Anda bisa meringankan penderitaannya dengan cara menyemprotkan air ke tubuhnya, secara bertahap, sampai akhirnya basah kuyup, lalu dianginkan. Selebihnya mengikuti solusi di atas.

2. Serak akibat mengkonsumsi kroto basi

Kroto sampai saat ini masih menjadi pakan favorit bagi sebagian besar burung berkicau. Sampai-sampai muncul anggapan bahwa burung ocehan tanpa kroto tidak akan bersuara bagus dan gacor. Ketergantungan inilah yang terkadang merepotkan kicaumania ketika pasokan kroto di pasaran menipis atau bahkan kosong (ayo, siapa mau bikin produk kroto dalam kaleng, he..he..).
Celakanya, situasi ini sering dimanfaatkan oknum pedagang nakal, misalnya mencampur kroto dengan bahan pengawet berbahaya seperti formalin. Ada pula yang mencampur kroto dengan semut mati, belatung, dan sebagainya. Bahkan tidak sedikit pula yang mencampurkan sedikit kroto basi ke dalam kroto segar dengan perbandingan tertentu.
Sesedikit apapun bagian kroto basi yang dicampurkan ke kroto segar, ketika bagian itu disantap murai batu, maka sangat mungkin membuat burung sakit. Kroto basi biasanya sudah mengalami perubahan warna, aroma, dan rasa. Hal itu karena tumbuhnya cendawan / jamur, atau bisa juga mikroba negatif, dalam kroto basi tersebut.
Ketika MB mengkonsumsi kroto basi, tentu mikroba akan masuk juga ke saluran pencernaan dan akan berbiak di sana, serta menyebar ke jaringan tubuh lainnya, termasuk pita suara dan saluran pernafasan. Inilah sebabnya mengapa murai batu yang mengkonsumsi kroto basi sering mengalami serak.
Solusi:
  • Pisahkan burung yang terinfeksi, agar tidak menular ke burung lain yang sehat. Lebih baik lagi jika Anda memiliki kandang karantina, yang cara pembuatannya sudah pernah dijelaskan di sini.
  • Obati burung yang sakit dengan BirdBlown secara teratur, untuk mengusir mikroba dan/atau cendawan yang masuk ke saluran pernafasan.
  • Bersihkan wadah pakan, termasuk cepuk kroto, dan ganti dengan kroto yang benar-benar segar.

3. Serak akibat sirkulasi udara yang buruk

Burung, sebagaimana manusia dan mamalia, membutuhkan sirkulasi udara yang baik agar memperoleh oksigen yang cukup dan bersih. Jika sangkar ditempatkan dalam ruang pengap dengan ventilasi udara yang minim, hal ini akan mengganggu saluran pernafasannya, serta bisa membuatnya serak. Apalagi jika rumah kita terasa panas dan kelembaban rendah, burung mudah megap-megap.
Selain itu, kebersihan kandang / sangkar juga harus dijaga. Usahakan membersihkan kotoran di dasar sangkar 2 kali dalam sehari (jangan dibalik menjadi 2 hari sekali). Sebab kotoran burung mengandung gas ammonia. Jika dibiarkan menumpuk, kadar gas ammonia yang dihirup murai batu menjadi tinggi dan bisa mengganggu saluran pernafasannya.
Solusi:
  • Pindahkan burung ke tempat yang sirkulasi udaranya lebih bagus, namun suasana tetap tenang / sepi.
  • Burung dikerodong, dan sebisa mungkin tidak melihat dan mendengar suara burung sejenis, atau burung lain bertipe fighter seperti kacer, cendet, dan tledekan.
  • Obati burung yang sakit dengan BirdTwitter, sesuai penjelasan di dalam brosur, sampai burung sembuh.
  • Selalu menjaga kebersihan kandang selama masa penyembuhan, bahkan setelah burung sembuh.

4. Serak karena sering ditrek: sengaja / tidak sengaja

Ada pengalaman dari Happy Birthday (HB) ketika setiap pekan selalu mengikuti lomba. Setiap lomba, HB sering menjadi jawara, bahkan pernah mencetak quattrick. Tetapi karena terus dipaksa, HB sempat down dan terlambat panas saat turun di Bupati Bandung Barat Cup, sebagaimana diakui sendiri oleh Akia Jambi (sang pemilik).
Itu sebabnya, belakangan ini Akia mulai sering menurunkan pelapisnya, Tanaka, sehingga kualitas suara HB tetap terjaga. Artinya, mulai ada pemikiran untuk menyeleksi lomba-lomba tertentu. Hal ini juga dilakukan Om Gunawan Solo terhadap jagoannya: Natalia.
Konteks lomba sebenarnya juga bisa dianalogikan dengan ditrek. Meski jumlah musuhnya jauh lebih sedikit, energi yang dikeluarkan murai batu toh sama saja. MB tak pernah tahu apakah ini lomba, latber, atau ditrek. Yang ada dalam instingnya hanya begini: “Siapapun yang saya lihat, dan siapapun yang saya dengar, saya tidak akan pernah takut!!!” Inilah tipe burung fighter, yang juga dimiliki kacer, cendet, hwamei, dan tledekan.
Terkadang kita juga pernah ngetrek MB secara tidak sengaja. Misalnya, di rumah banyak burung sejenis, dengan penempatan sangkar yang berdekatan. Atau burung lain yang bertipe petarung seperti dijelaskan di atas. Tledekan bahkan sering dianggap sebagai “musuh berbahaya” bagi MB dan pantang didekatkan. 
Ketika kita tidak ada di rumah, dan lupa menjauhkan burung-burung pesaing, maka MB akan terus berkicau tanpa henti, tanpa jeda. Ini yang akan membuat suaranya menjadi serak dan parau. Penyanyi berjuluk bintang pun, atau vokalis band papan atas pun, pernah mengalami kehilangan suaranya akibat terlalu diforsir (kasus Heidy Yunus, Cakra Khan, Nini Carlina, dll).
Khusus untuk lomba / latber, saya tidak tahu persis berapa frekuensi lomba yang ideal yang bisa diikutinya secara beruntun, karena kualitasnya memang berbeda-beda. HB pernah delapan kali berturut-turut turun di arena lomba tanpa mengalami penurunan kualitas.
Mungkin bisa dipertimbangkan, 4 kali tampil di lomba secara beruntun adalah frekuensi ideal. Setelah itu rehat sepekan, dan bisa turun lagi di empat even secara berturut-turut. Hal ini juga bisa dijadikan patokan jika ingin ngetrek dengan MB tetangga atau sahabat.
Solusi : 
  • Untuk sementara, sangkar burung dipindah ke tempat yang sepi / tenang.
  • Sebisa mungkin burung tidak melihat dan mendengar kicauan burung sejenis atau burung lain yang bertipe petarung.
  • Full kerodong selama masa penyembuhan lebih dianjurkan, namun kotoran harus tetap dibersihkan pagi dan sore hari.
  • Berikan BirdTwitter selama 3-4 hari, atau sampai seraknya hilang.
  • Jika seraknya mulai hilang, siang hari (pukul 10.00 – 15.00) dan malam hari (pukul 18.00 sampai pagi), burung mulai diperdengarkan suara masteran (bukan burung master lho) dengan volume lirih / pelan, untuk mengembalikan memori suaranya saja.

5. Serak karena infeksi saluran pernafasan

Apabila Anda merasa sudah melakukan perawatan secara benar, tetapi murai batu mengalami serak, ada kemungkinan MB mengalami infeksi saluran pernafasan. Kasusnya mirip dengan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) pada manusia.
Ada beberapa penyakit infeksi saluran pernafasan pada burung, tetapi saya akan menjelaskan dua yang paling sering muncul
a. Psittacosis
Penyakit ini bukan hanya membuat burung serak, tetapi juga kehilangan suara (macet bunyi). Penyebabnya adalah bakteri Chlamydia psittaci.
Burung yang terkena serangan ini terkadang tidak menunjukkan gejala klinis, kecuali hanya terlihat lesu dan serak atau kehilangan suara. Pada beberapa kasus, muncul gejala klinis seperti bersin-bersin, batuk, sulit bernafas, keluar cairan dari lubang hidung, dan kadang juga disertai mencret.
Solusi
  • Pisahkan burung yang terinfeksi, agar tidak menular ke burung lain yang sehat.
  • Obati burung yang sakit dengan BirdBlown secara teratur.
  • Basmi semua parasit, jamur, dan mikroba di sekitar sangkar / kandang dengan FreshAves (5 gram serbuk FreshAves dilarutkan dalam 1 liter air, kemudian dimasukkan ke dalam hand sprayer). Semprot semua bagian kandang, termasuk tubuh burung yang sehat (sangat aman untuk burung).
  • Khusus burung penangkaran, serbuk FreshAves tidak perlu dilarutkan, tetapi disebarkan secukupnya di bawah sarang.
B. Infeksi tungau kantung udara
Selain serak / hilang suara karena psittacosis, serangan parasit khususnya tungau kantung udara di saluran pernafasan juga sering menyebabkan burung mengalami serak atau kehilangan suara. Gejala lain yang sering menyertai suara serak dan macet bunyi ini antara lain tidak nagen / suka turun tangkringan, sering menurunkan kedua sayapnya.
Solusi:
  • Pindahkan sangkar burung ke tempat yang lebih tenang / sepi.
  • Untuk sementara burung dikerodong penuh agar infeksi tak mudah menyebar, dan kuman penyakit lain tidak mudah menyerang murai yang sakit. Burung yang sakit biasanya lebih mudah ditembus oleh kuman apapun daripada burung yang sehat, karena pertahanan tubuhnya sangat lemah.
  • Untuk pengobatan, Anda bisa mengggunakan BirdFresh yang memang diracik khusus untuk membasmi tungau kantung udara, mikroba, dan parasit lain yang menyerang kantung udara dan saluran pernafasan burung.

Setelan pakan dan extra fooding

Selama masa penyembuhan, pakan diberikan dengan setelan yang selama ini digunakan. Khusus jangkrik, sebaiknya semua kaki, sayap, dan kepalanya dihilangkan dulu. Dagingnya lalu diolesi dengan madu murni, dan diberikan kepada burung.
Selain itu, pemberian ulat hongkong untuk sementara juga dihentikan dulu, dan dapat digantikan dengan cacing. Sedagkan porsi pemberian kroto bisa ditingkatkan. Beberapa MB Mania bahkan mengganti voer dengan full kroto.
Tetapi, menurut saya pribadi, kombinasi nutrisi voer dan kroto masih lebih baik daripada kroto saja. Sebab kombinasi ini memungkinkan  asupan protein yang beragam: hewani dan nabati. Jika hanya kroto saja, ada beberapa protein dan zat gizi lain dari pakan nabati yang belum tentu ada di dalam pakan hewani.
Semoga bermanfaat.
Read more > Deteksi Dini Terhadap Kondisi Murai Batu Yang Serak

Tips Penanganan Murai Batu Kondisi Drop

 Tips Penanganan Murai Batu Kondisi Drop
Berikut adalah tips dalam menangani murai batu yang kondisinya sedang drop :
  • Tingkatkan porsi pemberian jangkrik menjadi 5 pagi dan 5 sore
  • Tingkatkan porsi pemberian koto menjadi 3x seminggu
  • Berikan klabang 2 ekor seminggu sekali
  • Mandi dibuat 2 hari sekali saja
  • Burung diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung murai batu lain dahulu
  • Berikan multivitamin
Semoga tips tersebut bisa mengembalikan kondisi murai batu anda...
Read more > Tips Penanganan Murai Batu Kondisi Drop

Habitat Burung Murai Batu

 Habitat Burung Murai Batu
Jenis-jenis murai batu yang dikenal di Indonesia adalah sebagai berikut:
  • Murai batu medan, Bukit Lawang, Bohorok, kaki G Leuser wilayah Sumatra Utara. Panjang ekor 27 – 30 cm.
  • Murai Aceh, di kaki G Leuser wilayah Aceh. Panjang ekor 25 – 30 cm.
  • Murai batu Nias, panjang ekor 20 – 25 cm. Ekor keseluruhan berwarna hitam.
  • Murai Jambi, hidup di Bengkulu, Sumatra Selatan, Jambi.
  • Murai batu Lampung, hidup di Krakatau, Lampung. Ukuran tubuh lebih besar dari Murai Medan. Panjang ekor 15 – 20 cm.
  • Murai Banjar (Borneo), jenis ini paling populer di Kalimantan, karena sering merajai berbagai lomba di Kalimantan. Penyebaran di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Panjang ekor 10 – 12 cm.
  • Murai Palangka (Borneo), panjang ekor 15 – 18 cm. Hidup di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
  • Larwo (Murai Jawa), hidup di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Tubuh jauh lebih kecil dari murai medan. Jenis ini sudah sangat langka ditemukan. Panjang ekor 8 – 10 cm.
Selain dari 8 sub-spesies murai batu di atas, masih ada murai batu yang berasal dari negeri tetangga, yaitu :
  1. Murai batu Malaysia, wilayah Penang. Ekor tipis dan panjang sekitar 30 – 33 cm dan postur tubuh lebih besar dari murai medan.
  2. Murai batu Thailand, hidup di perbatasan Thailand dan Malaysia, tubuh lebih besar dari murai medan, panjang ekor 32 – 35 cm dan warna hitam mengkilat indigo (kebiru-biruan).
  3. Murai batu Philippine, wilayah Luzon dan Catanduanes. Jenis ini lebih tepat disebut murai hias, karena memiliki warna tubuh yang sangat indah.
Murai batu serta kerabatnya dikelompokkan dalam beberapa species, sebagai berikut:
  1. Copsychus malabaricus (White Rumped Shama),
  2. Copsychus luzoniensis (White Browed Shama),
  3. Copsychus niger (White Vented Shama)
  4. Copsychus cebuensis (Black Shama).
  5. Trichixos pyrropygus (Orange Tailed Shama / Rufous Tailed Shama) .
Subspecies, ciri-ciri dan penyebarannya
A. Copsychus malabaricus (White Rumped Shama) terdiri dari 19 sub-species:
  1. Copsychus interpositus (Nepal, India, Myanmar, Yunan -China, Thailand dan Indochina)
  2. Copsychus stricklandii (Sabah, Kalimantan)
  3. Copsychus andamanensis (Andaman, Nicobar)
  4. Copsychus albiventris (Andaman)
  5. Copsychus indicus (Nepal, Indochina)
  6. Copsychus pellogynus (Myanmar, Peninsular)
  7. Copsychus minor (Hainan-China)
  8. Copsychus mallopercnus (Malaysia)
  9. Copsychus javanus (Jawa Barat dan Jawa Tengah)
  10. Copsychus omissus
  11. Copsychus barbouri (Maratua, Kalimantan Timur)
  12. Copsychus leggei (Sri Lanka)
  13. Copsychus malabaricus (India)
  14. Copsychus macrourus (Con Son, Vietnam Selatan)
  15. Copsychus tricolor (Malaysia, Sumatra, Natuna Island dan Anamba)
  16. Copsychus melanurus (Sumatra bagian Barat, Enggano)
  17. Copsychus suavis (Sarawak, Kalimantan)
  18. Copsychus mirabilis (Prinsen Island)
  19. Copsychus nigricauda (Kangean Island)
B. Copsychus luzoniensis (White Browed Shama) terdiri dari 4 subspecies, yaitu :
  1. Copsychus luzoniensis (Luzon, Catanduanes)
  2. Copsychus parvimaculatus (Polillo)
  3. Copsychus shemleyi (Marinduque)
  4. Copsychus superciliaris (Masbate, Negros, Panay, Ticao).
C. Copsychus niger (White Vented Shama): Tersebar di Palawan, Calamian, Balabac, Sabang (all in Philippines).
D. Copsychus cebuensis (Black Shama): Hidup di wilayah Cebu Philippines.
E. Trichixos pyrropygus (Orange Tailed Shama / Rufous Tailed Shama): Penyebaran di Way Kambas, Thailand, Malaysia dan Borneo.
Gambar beberapa jenis/sun-spesies murai batu


Read more > Habitat Burung Murai Batu
 
 
Copyright © seputar info burung
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo