Showing posts with label Info pakan dan nutrisi. Show all posts
Showing posts with label Info pakan dan nutrisi. Show all posts

Saturday, May 18, 2013

Akibat kekurangan vitamin pada burung


Burung kicau adalah burung yang sangat enggan berkicau apabila kebutuhan nutrisi , mineral dan vitaminnya tidak tercukupi salah satunya adalah kenutuhan Vitamin B, Vitamin adalah salah satu vitamin yang penting untuk burung kicau kita apabila ini kekurangan vitamin B maka burung ini akan menjadi malas berkicau berikut ini akan saya sampaikan sedikit informasi masalah vitamin B.

Berikut adalah beberapa gamabran apabila burung kicau kita kekurangan Vtamin B :

VITAMIN B1 (thiamine) 
Kekurangan zat ini bisa menyebabkan polyneuritis bagi burung seperti kejang kejang, burung menjadi lemah dengan kepala menghadap ke atas. 
Sumber makanan yang kaya akan vitamin ini sebagian besar berasal dari sumber tanaman, kacang tanah, kacang polong, gandum dan biji bijian yang sudah kering.

VITAMIN B2 (riboflavin)
Kekurangan vitamin ini pada burung bisa mengakibatkan jari jari kaki menjadi bengkok, sedangkan untuk burung burung tangkaran bisa menyebabkan kualitas telur yang buruk. vitamin B2 ini sangat dibutuhkan selama masa berkembang biak khususnya untuk penangkar murai batu dan harus selalu disediakan setiap harinya. selain itu vitamin B2 ini kerap digunakan pada manusia sebagai obat pencegah dan mengobat katarak karena seperti yg kita tahu bahwa murai batu sangat rentan terhadap katarak. 
telur, kacang hijau dan kacang kacangan merupakan sumber yang baik untuk vitamin B2

VITAMIN B3 (niacin)
Kekurangan dari vitamin b3 bisa menyebabkan pembesaran sendi, kaki bengkok (membungkuk), radang pada mulut, diare dan bulu bulu yang tidak tumbuh dengan sempurna. 

VITAMIN B5 (pantothenic acid)
Kekurangan vitamin B5 pada burung bisa disebut sangat jarang terjadi, kemungkinan yang berkaitan adalah penyakit kulit seperti dermatitis dan kulit yang mengelupas di sekitar mata dan paruh burung. 

VITAMIN B6 (pyridoxine)
Murai batu dan burung pemakan serangga lainnya membutuhkan Vitamin B6 yang cukup untuk mencernakan asam amino didalam kandungan pakan yang berprotein tinggi.
Vitamin B-complex ini bisa didapatkan burung dengan cara memberikan suplemen atau vitamin tambahan selain dari pemberian pakan maupun EF hariannya, karena kita sadari pakan dan EF tersebut masih kurang memiliki nilai kandungan nutrisi seperti yang diterimanya di habitatnya di alam liar. lalu apakah bentuk vitamin yang bisa diberikan ? 
Serbuk atau cairan yang mengandung banyak nutrisi yang bisa dengan mudah diserap oleh tubuh burung adalah salah satu bentuk yang paling banyak dan mudah didapat untuk konsumsi burung. jenis-jenis vitamin tersebut beragam dengan manfaat yang sangat berguna untuk burung kicauan didalam sangkar ataupun dalam penangkaran.
Semua vitamin dan mineral itu mudah sekali untuk didapatkan di toko-toko burung di sekitar anda, sehingga anda tidak akan kesulitan tentunya dalam merawat burug kicau anda.

Demikian tadi salah beberapa informasi yang saya dapat sampaikan apabila burung kicau kita kekurangan Vitamin B sehingga denga informasi ini saya harapkan dapat memberi manfaat bagi kita bersama dalam merawat burung kicau tentunya, sekali terimakasih sudah berkunjung di blog saya dan salam kicau mania.
Read more > Akibat kekurangan vitamin pada burung

Meracik sendiri makanan buat burung kacamata (pleci)


Agar burung pleci anda bisa berkicau setiap hari tentunya anda sudah tahu bahwa burung harus selalu dalam keadaan sehat .
Burung yang sehat tentunya harus melewati proses perawatan dan pemeliharaan yang baik. Misalnya kebersihan kandang, rutinitas mandi, ataupun pemberian pakan yang baik.
Pemberian pakan dengan meracik atau membuat voer untuk burung pleci juga termasuk cara perawatan dan pemeliharaan yang baik.
Untuk anda yang memelihara burung pleci dan ingin agar burung anda tampil dengan baik di arena lomba maka anda bisa mengikuti tips seperti di bawah ini :

Voer Crumble yang bermutu
Voer crumble memiliki kandungan lemak dan karbohidrat yang seimbang, protein sebesar 16-21% , dan beberapa mineral. Voer ini terbukti aman dan cocok dengan sistem metabolisme burung pemakan buah dan serangga.

Hemp seed (Fumayin)
Biji fumayin merupakan biji yang mirip dengan biji ganja tapi tidak mengandung zat adiktif seperti halnya biji ganja. Setelah diteliti ternyata biji fumayin mengandung asam amino yang tinggi,dan biasanya bisa ditemukan pada beberapa produk pakan burung yang bermerk.

Biji fumayin merupakan kunci sukses bagi para breeder burung karena mampu meningkatkan birahi burung pleci. Biji fumayin sering digunakan sebagai doping para peserta lomba burung agar burung pleci mereka koncer.
Selain itu biji fumayin sangat baik diberikan kepada burung pleci yang mabung karena akan sangat membantu burung untuk ambrol.

Fumayin sangat baik untuk burung karena mengandung banyak asam amino esensial. Sebelumnya ada mitos yang menyebutkan bila fumayin akan menimbulkan efek ketagihan. Ternyata mitos tersebut
Sengaja disebar dengan maksud agar orang-orang tidak menggunakan fumayin untuk burung.
Fumayin sangat aman dan direkomendasikan untuk burung pleci karena dalam produk pakan burung impor yang bagus selalu ada 10-15% campuran fumayin pada bahan pakan bermerk impor tersebut.
Jika memang fumayin dilarang karena berbahaya lalu kenapa bisa lolos uji kesehatan di laboratorium luar negeri yang jauh lebih ketat daripada Indonesia ?? silakan gunakan logika anda.
Anda bisa memberikan 5-6 butir biji fumayin setiap hari pada burung pleci anda. Biji fumayin sangatlah keras sehingga anda harus memecahkan kulit biji fumayin terlebih dahulu sebelum diberikan ke burung pleci anda.

Tepung Jangkrik
Jangkrik mengandung protein tepung sebesar 57 % dan senyawa kimia seperti asam amino yang sangat dibutuhkan burung pleci dalam proses pembentukan sel, glutation (GSH) dan sebagai antioksidan alami pada tubuh burung.

Selain itu jangkrik mengandung hormon estrogen 259,535 ppm, testoteron 31,78 ppm, hormon progesterone 105,49 ppm dan mampu menghasilkan sumber energi sebesar 4,87 kalori per gram atau jauh diatas bahan pakan burung lain.
Ternyata kandungan protein tepung yang terbuat dari jangkrik tersebut tinggi, yakni mencapai 57,32 persen.
Anda bisa membuat sendiri tepung jangkrik di rumah dengan cara seperti di bawah ini, yaitu :

  1. Jangkrik dewasa direndam di dalam air panas.
  2. Lalu dicuci hingga bersih.
  3. Masukkan ke dalam oven dengan suhu 70 derajat Celcius selama 3 jam.
  4. Setelah itu giling sampai menjadi halus.

Ikan Hias
Pakan ikan hias sangat baik diberikan ke burung pleci karena mengandung asam amino yang tinggi, mineral, dan protein yang tinggi. Selain itu pakan hias memiliki warna yang baik yang berasal dari formula alami ikan.

Timbangan Kecil
Anda membutuhkan timbangan kecil seperti timbangan kue untuk menimbang beberapa bahan agar komposisinya bisa sesuai.

Cara membuatnya :

  1. Siapkan 100 gram Voer Crumble.
  2. Siapkan 10 gram Fumayin. Sebelumnya Fumayin digoreng tanpa menggunakan minyak di atas wajan selama 5 menit lalu kupas kulit luarnya (yang diambil hanya isinya saja)
  3. Siapkan 20 gram Tepung Jangkrik.
  4. Siapkan 10 gram pakan ikan hias (takari atau abeuty).
  5. Giling 100 gram Voer + 10 gram Fumayin + 20 gram Tepung Jangkrik dengan menggunakan dry (blender) atau penggiling sehingga berubah menjadi butiran yang lebih halus atau kecil sesuai dengan selera anda. 
  6. Setelah ketiga bahan tersebut tercampur dengan baik anda bisa menambahkan 10 gram pakan ikan hias, lalu diaduk lagi hingga merata. 
  7. Setelah dingin, usahakan voer yang sudah kita racik diatas selalu disimpan di wadah yang benar-benar baik dan kedap udara. Hal ini sangat penting agar pakan tidak tercemar bakteri dan jamur. 

Read more > Meracik sendiri makanan buat burung kacamata (pleci)

Wednesday, May 15, 2013

Menyimpan pisang untuk makanan burung agar tidak cepat busuk


suara burung,gambar burung,kicau burung masteranPisang adalah salah satu makanan yang banyak digunakan untuk memberikan makanan pada burung khususunya burung yang memakan buah-buahan sperti burung cucak misalnya, terkadang kita membeli pisang beberapa buah saja dan ada juga yang langsung satu siri, kalau kita cuma memberi beberapa buah saja mungkin kita dapat menyimpanya dan memberikan pada burungtidak terlalu lama, tapi bagaimana jika lansung memberinya atu siri yang berjumlah banyak

Tentunya kita akan terlalu lama menyimpanya nah untuk mengatasi agar pisang tidak mudah busuk berikut ini akan saya sampaikan tipsnya unutk para kicau mania:

Langkah yang di lakukan unutk mengawetkan pisang agar tidak mudah busuk dapat dilakukan dengan cara membungkus pisang dengan koran dan di masukan di lemari pendingin, tapi anda harus melakukan penggantian koran setiap harinya, atau jika korang sudah terkena banya air.

Itu tadi sedikit tips yang dapat saya berikan pada para kicau mania semua mengenai cara mencegah pisang tidak cepat busuk untuk makanan burung kicau kita
Read more > Menyimpan pisang untuk makanan burung agar tidak cepat busuk

Monday, May 13, 2013

Tips merawat dan memberi makan burung anakan


Setelah telur menetas jangan terlalu cepat memisahkan anak burung dari induknya, tunggu sampai kira-kira berumur 1-2 bulan. Saat yang paling tepat untuk memisahkan anak dari induknya adalah bila ada tanda-tanda bahwa induk berusaha menjauh, bila anak mendekat untuk minta disuapi dan seolah-olah akan mematuknya. 

Tips merawat anak burung:

  1. Buatkan tempat atau sarang yang cukup hangat bisa dari keranjang atau dus bekas.
  2. Alasi dengan daun daun kering/kain bekas yang kering.
  3. Kotoran burung harus segera dibersihkan atau ganti alas burung dengan yang baru agar burung tidak kedinginan, tidak ada semut atau serangga lain yang mengganggu.
  4. Bila anak burung ditempatkan di sarang, untuk menggantikan kehangatan suhu tubuh induknya, bisa dengan menyelimutinya menggunakan kain bekas atau diberi penerangan lamu neon berdaya 15 watt. Gantung  lampu berjarak 20 - 30cm dari tubuh anak burung.
  5. Biasanya anak burung yang masih merah, matanya belum terbuka dan dengan instingnya dia akan mencari paruh induknya untuk makan. Maka kita bisa memberinya makan dan minum dengan menggunakan pipet.


Cara memberi makan anak burung:

  1. Berikan 3-4 butir pelet yg dicampur air hangat lalu hancurkan hingga menjadi bubur. Berikan 2- 3 kali sehari pada jam yg sama.
  2. Setiap akan memberi makan, buat adonan pelet baru, jangan memberikan bubur pelet yg sudah basi karena bisa menyebabkan burung diare.
  3. Berikan  dengan menggunakan pipet. Caranya, buka paruh burung, tempelkan pipet dari arah samping kanan atau kiri paruh burung, dengan perlahan tekan pipet agar bubur pelet bisa masuk, makan secukupnya saja. Apabila memasukan dari arah paruh depan, makanan/minum bisa masuk kesaluran pernafasan dan hidung.
  4. Jika terlihat ada cairan keluar dari hidung burung, hentikan sejenak, mungkin ada kesalahan dalam memberikan makan atau minum.
  5. Setelah burung diberi makan jangan lupa berikan minum menggunakan pipet juga secara perlahan lahan, secukupnya saja. Setelah itu bersihkan anak burung dengan kain basah lalu kain kering dan taruh kembali di sarangnya.
  6. Cara memegang dan memberi makan harus dilakukan dengan perlahan-lahan agar anak burung tidak mengalami sesak nafas.
  7. Agar tangan kita bersih, selama merawat anak burung gunakan sarung tangan plastik.
  8. Perawatan di atas biasanya dilakukan selama 6 bulan, setelah itu burung biasanya sudah bisa makan sendiri.

Read more > Tips merawat dan memberi makan burung anakan

Jenis makanan yang disukai burung betet


Jumlah pakan yang diberikan untuk burung betet harus mencukupi kebutuhan, tetapi tidak berlebih.  Jumlah yang cukup ini biasanya dapat diperkirakan berdasarkan pengamatan dan pengalaman sehari-hari pada burung betet peliharaan Anda. 
Pakan diberikan dua kali sehari, pagi dan siang hari. Pada pagi hari biasanya jumlahnya lebih banyak daripada pakan yang diberikan pada siang hari karena pada pagi hari burung lebih aktif makan. 
Setiap hari pakan harus diganti dengan yang baru, terutama bila pakan berupa buah-buahan karena buah yang sudah basi dapat menyebabkan burung menjadi sakit.
Berikut ini beberapa jenis makanan yang disukai burung betet:
1. Biji-bijian
Biji-bijian merupakan makanan utama dari burung betet. Seperti, millet (seperti biji gandum namun lebih kecil bisa didapat di toko pakan burung), jagung muda yang sudah ada bijinya, biji jejawut, biji kenari, dan lainnya.
2. Sayuran atau buah-buahan
Aneka sayuran dan buah-buahan yang disukai burung betet diantaranya adalah sawi putih, wortel, pisang kepok dan pepaya. Berikan secara berkala sebagai sumber vitamin.
3. Mineral atau asinan
Burung betet memerlukan suplemen untuk menjaga kesehatan dan menambah produktivitas telur. Cangkang telur rebus yang sudah dikeringkan bisa menjadi suplemen alami. Tusukkan cangkang telur ayam yang sudah dijemur kering pada seutas kawat satu persatu. Kemudian simpan di pinggir kandang dekat dengan tempat pakan burung.
Read more > Jenis makanan yang disukai burung betet

Friday, May 10, 2013

Karakter cucak ijo dan makan kesukaannya


Burung cucak ijo saat ini tidaklah dipandang sebelah mata yang mana para kicau mania tanah air telah mematenkan kalu burung cucak ijo merupakan burung gacoan.

Karakter dari pada burung cucak ijo itu yaitu :

  1. Burung cucak ijo mempunyai karakter burung yang lincah.
  2. Burung cucak ijo mudah menirukan suara burung lain tapi burung cucak ijo juga mudah lupa bila terlalu lama tidak mendengarkan suara yang sudah dimaster.
  3. Burung ini takut gelap jadi bila mana kicaumania membawanya ketika malam maka burung akan nabrak nabrak atau ngruji.,kemudian burung akan setres dan bulu akan lepas/rontok.
  4. Kesukaan atau makanan pokok burung cucak ijo dialam adalah makan buah buahan yang segar seperti buah pisang,pepaya,tomat,dan masih banyak langi buah yang burung ini sukai.


Makanan yang sesuai untuk burung cucak hijau
  • Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung cucak hijau. Voer diberikan sebagai pelengkap kebutuhan nutrisinya. Selalu ganti dengan voer yang baru setiap dua hari sekali.
  • Buah Segar, burung ini sangat menyukai buah pepaya, pisang kepok putih, apel, pir, tomat dan beberapa buah lainnya. Sebaiknya perbanyak pemberian buah pepaya, karena buah pepaya mengandung vitamin C yang tinggi sehingga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Di samping itu, buah pepaya sangat mudah dicerna dan sangat cocok dengan sistem metabolisme rata-rata burung pemakan buah.
  • EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik yaitu: Jangkrik, orong-orong, kroto, ulat hongkong, ulat bambu, kelabang, belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberiannya EF tersebut.

Read more > Karakter cucak ijo dan makan kesukaannya

Monday, May 6, 2013

Dampak kekurangan Vitamin B-Complex pada burung


Dalam artikel berikut kita akan mengetahui sejauh mana fungsi vitamin B pada burung dan apa effek yang timbul jika kekurangan vitamin B tersebut terhadap burung peliharaan kita .

Vitamin B-complex ini sangat penting sebgai kebutuhan harian burung kicauan selain resiko yang rendah karena pemberian yang berlebihan (over dosis) dikarenakan cepat larut dalam air dan kelebihan dari vitamin ini tidak disimpan dalam organ organ seperti halnya vitamin larut lemak.

1. VITAMIN B1 (thiamine) 
Kekurangan zat ini bisa menyebabkan polyneuritis bagi burung seperti kejang kejang, burung menjadi lemah dengan kepala menghadap ke atas. 
Sumber makanan yang kaya akan vitamin ini sebagian besar berasal dari sumber tanaman, kacang tanah, kacang polong, gandum dan biji bijian yang sudah kering.

2. VITAMIN B2 (riboflavin)
Kekurangan vitamin ini pada burung bisa mengakibatkan jari jari kaki menjadi bengkok, sedangkan untuk burung burung tangkaran bisa menyebabkan kualitas telur yang buruk. vitamin B2 ini sangat dibutuhkan selama masa berkembang biak khususnya untuk penangkar murai batu dan harus selalu disediakan setiap harinya. selain itu vitamin B2 ini kerap digunakan pada manusia sebagai obat pencegah dan mengobat katarak karena seperti yg kita tahu bahwa murai batu sangat rentan terhadap katarak. 
telur, kacang hijau dan kacang kacangan merupakan sumber yang baik untuk vitamin B2

3. VITAMIN B3 (niacin)
Kekurangan dari vitamin b3 bisa menyebabkan pembesaran sendi, kaki bengkok (membungkuk), radang pada mulut, diare dan bulu bulu yang tidak tumbuh dengan sempurna. 

4. VITAMIN B5 (pantothenic acid)
Kekurangan vitamin B5 pada burung bisa disebut sangat jarang terjadi, kemungkinan yang berkaitan adalah penyakit kulit seperti dermatitis dan kulit yang mengelupas di sekitar mata dan paruh burung. 

5. VITAMIN B6 (pyridoxine)
Murai batu dan burung pemakan serangga lainnya membutuhkan Vitamin B6 yang cukup untuk mencernakan asam amino didalam kandungan pakan yang berprotein tinggi.

Vitamin B-complex ini bisa didapatkan burung dengan memberikan suplemen atau vitamin tambahan selain dari pemberian pakan maupun EF hariannya, karena kita sadari pakan dan EF tersebut masih kurang memiliki nilai kandungan nutrisi seperti yang diterimanya di habitatnya di alam liar. lalu apakah bentuk vitamin yang bisa diberikan ? 
Serbuk atau cairan yang mengandung banyak nutrisi yang bisa dengan mudah diserap oleh tubuh burung adalah salah satu bentuk yang paling banyak dan mudah didapat untuk konsumsi burung. jenis-jenis vitamin tersebut beragam dengan manfaat yang sangat berguna untuk burung kicauan didalam sangkar ataupun dalam penangkaran, dan yang paling saya rekomendasikan selain karena sudah banyak yang membuktikan kekhasiatannya dan juga banyaknya agen yang tersebar di seluruh Indonesia adalah BirdVit dan BirdMineral sebagai tambahan nutrisi pada burung kicauan. 

Read more > Dampak kekurangan Vitamin B-Complex pada burung

Tuesday, April 23, 2013

Berbagai informasi mengenai makanan burung beo


Sama seperti manusia, burung beo juga memerlukan variasi makanan agar tetap sehat.
Agar tepat memberi makan burung beo kesayangan Anda, penting untuk mengetahui makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh diberikan.
Berikut adalah berbagai informasi mengenai makanan burung beo:
Jenis
Ada dua jenis utama makanan burung beo, yaitu makanan dalam bentuk pelet dan pakan segar. Pelet menyediakan nutrisi dasar harian yang dibutuhkan beo, sedang pakan segar digunakan sebagai variasi dan untuk memberikan nutrisi tambahan.
Contoh makanan segar diantaranya adalah kacang-kacangan, buah-buahan segar, sayuran, dan biji-bijian. Beo juga harus disediakan air yang cukup.
Diet burung beo harus menjadi perhatian pemilik untuk memastikan kesehatannya. Variasikan jenis makanan untuk memberi beo asupan nutrisi yang komplit.
Jangan biarkan burung beo makan hanya satu jenis makanan. Jika makanan tersebut tiba-tiba tidak tersedia, maka si beo tidak memiliki apapun untuk dimakan.
Peringatan
Makanan yang tidak boleh diberikan ke burung beo adalah cokelat, makanan yang asin atau manis, alpukat, daun tomat, biji apel, jamur, bawang, minuman beralkohol, dan minuman berkafein.
Semua jenis makanan ini bisa membuat burung beo sakit atau mengalami kerusakan organ-organ vital.
Pertimbangan
Di alam liar, burung beo terus bergerak dan terbang untuk mencari makanan. Aktivitas fisik seperti itu akan menyebabkan pembakaran kalori.
Hal ini tentu tidak terjadi ketika burung beo berada di kandang. Itu sebab, penting diingat untuk tidak memberi burung beo makanan yang tinggi lemak seperti kacang-kacangan.
Jika mungkin, beri makan beo dalam porsi kecil namun lebih sering dibanding memberi makan sekaligus dalam porsi besar.
Setiap burung beo akan memiliki makanan favorit mereka masing-masing. Amati burung beo Anda untuk mengetahui apa yang disukainya.
Gunakan makanan tersebut sebagai hadiah saat beo Anda berhasil melakukan sesuatu atau melakukan trik baru.

Read more > Berbagai informasi mengenai makanan burung beo

Sunday, February 17, 2013

Manfaat Gula Merah

Gula merah, baik terbuat dari kelapa maupun aren, ternyata sangat bagus untuk mencegah burung dari kemungkinan terserang penyakit. Anda bisa memberikannya kepada burung sebanyak dua kali dalam seminggu, dengan cara melarutkannya dalam air hangat.

Gula merah sebenarnya merupakan pakan olahan yang memiliki kandungan gizi cukup lengkap, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Konsumsi gula merah bisa memperkuat faktor antipatogenik (FAP) atau faktor pertahanan tubuh.

FAP merupakan lawan dari faktor patogenik (FP), atau faktor-faktor yang dapat menyebabkan burung sakit atau terjangkit penyakit. Jika FAP kalah atau tidak mampu menghadapi FP, maka burung dikatakan sakit atau mengalami penyakit. Sebaliknya, jika FAP bisa mengalahkan FP, maka burung dalam keadaan sehat.
Untuk mencegah burung agar tidak sakit atau terserang penyakit, pemelihara atau penangkar harus memperkuat FAP. Salah satunya melalui pemberian larutan gula merah. Jadi gula merah itu bukan obat untuk menyembuhkan penyakit, melainkan upaya mencegah penyakit.
Tentu upaya ini saja tidak cukup, karena FAP merupakan akumulasi dari berbagai faktor. Demikian pula FP yang merupakan gabungan dari berbagai faktor. Jadi, ketika faktor-faktor yang berhimpun dalam FP lebih banyak, tentunya FAP akan kalah sehingga burung pun jatuh sakit.
Itu sebabnya, upaya lain untuk mencegah burung agar tidak sakit tetap harus dilakukan, antara lain memberikan pakan seimbang, air minum yang bersih, dan manajemen lingkungan yang baik. Program vaksinasi juga bisa memperkuat FAP. Sayangnya, hal ini kurang memasyarakat di kalangan kicau mania, tetapi sudah popular di kalangan peternak ayam.

Suplemen untuk memperkuat FAP
Di pasaran banyak dijual aneka suplemen yang mampu memperkuat FAP, sehingga bisa memperkecil kemungkinan burung terserang penyakit. Beberapa suplemen yang kerap direkomendasikan penggemar burung di Indonesia antara lain.

1.  BirdVit

nicotinamide
), B6, B12, D3, E, dan K3. Ada juga zat esensial seperti DL Methionine, L-Lysine HCl, folic acid (asam folat) yang termasuk salah satu bentuk dari vitamin B, dan Ca-D Pantothenate.
Sedangkan mineral utama terdiri atas potasium chlorida, sodium chlorida, magnesium sulfate, mangan sulfate, iron sulfate, zinc sulfate, copper sulfate, dan cobalt sulfate.
Dengan komposisi seperti ini, BirdVit memang bisa diandalkan sebagai suplemen untuk perawatan harian burung agar selalu sehat. Tetapi, melihat komposisi itu pula, bisa dipahami jika BirdVit juga dapat mengobati berbagai penyakit karena disefisiensi fungsi organ. Misalnya burung terlihat pucat, kurang gairah (nyekukukruk), malas berkicau, kurang power, mental drop, dan sebagainya.

2.  BirdFine
Sesuai dengan namanya, BirdFine dirancang untuk memastikan atau menjadikan burung selalu dalam keadaan sehat. Kandungan utamanya antara lain vitamin B12, multivitamin, multimineral, dan asam amino esensial.
Meski tujuan utamanya mengatasi berbagai permasalahan burung, sejatinya BirdFine bisa digunakan untuk menjaga kondisi burung agar tetap fit. Adapun permasalahan burung yang bisa diatasi dengan pemberian BirdFine antara lain tidak pernah bisa fit, tubuh kurus karena anemia, kurus kekurangan gizi atau sehabis mabung, atau burung yang baru saja sembuh dari sakit.

3.  BirdShout
BirdShout/BST terdiri atas multivitamin dan multimineral cair, dilengkapi dengan suplemen lain yang lengkap dan seimbang. Kedua komponen ini menjadi faktor penguat FAP sehingga burung memiliki daya tahan yang jauh lebih baik, sehingga potensi terserang penyakit menjadi turun drastis.
Perubahan musim seringkali menyebabkan burung (juga unggas lain seperti ayam dan puyuh) mudah sakit dan stres. Dengan adanya faktor penguat FAP, potensi sakit bisa diturunkan pada level terendah.
Melihat komposisinya, BirdShout juga mengandung bahan aktif yang diracik khusus untuk membuat burung fit dan mau berkicau serta menstabilkan performa burung. Jadi, Anda akan mendapat dua manfaat sekaligus: burung menjadi gacor dan relatif tahan terhadap penyakit.
Sekali lagi, pemberian gula merah secara berkala bisa memperkuat FAP sehingga bisa “mengalahkan” FP. Tapi mengingat faktor pembentuk FAP dan FP cukup banyak, dianjurkan tetap menggunakan suplemen untuk memastikan burung selalu dalam kondisi fit dan sehat.
Read more > Manfaat Gula Merah

Wednesday, February 13, 2013

Jenis-jenis cacing untuk pakan burung

Cacing saat ini digunakan secara luas oleh para penghobi burung untuk pakan hewan kesayangan mereka. Sebagaimana kita ketahui, cacing adalah hewan tingkat rendah karena tak bertulang belakang (invertebrata). Dalam konteks burung, maka kita akan membahas cacing tanah dan kerabatnya yang biasa diberikan kepada burung. Nah cacing tanah sendiri termasuk kelas oligochaeta dengan famili terpenting dari kelas ini adalah Megascilicidae dan Lumbricidae.
Oke, sebelum berbicara lebih jauh tentang manfaat cacing untuk burung, ada baiknya kita berbicara serba sedikit tentang cacing itu sendiri.

Jenis cacing yang paling banyak diternakkan saat ini berasal dari famili Megascolicidae dan Lumbricidae dengan genus Lumbricus, Eiseinia, Pheretima, Perionyx, Diplocardi dan Lidrillus. Dan beberapa jenis yang populer antara lain adalah Pheretima, Perionyx dan Lumbricus. Ketiga jenis cacing tanah ini menyukai bahan organik yang berasal dari pupuk kandang dan sisa-sisa tumbuhan.

  1. Lumbricus. Cacing ini berbentuk pipih dengan jumlah segmen sekitar 90-195 dan klitelum yang terletak pada segmen 27-32. Jenis ini sering kalah bersaing dengan jenis lain sehingga tubuhnya lebih kecil. Namun bila diternakkan, besar tubuhnya bisa menyamai atau melebihi jenis lain.
  2. Pheretima. Cacing ini bersegmen sampai 95-150 segmen. Klitelumnya terletak pada segmen ke 14-16. Tubuhnya berbentuk gilik panjang dan silindris berwarna merah keunguan. Cacing tanah yang termasuk jenis Pheretima antara lain cacing merah, cacing koot dan cacing kalung.
  3. Perionyx. Cacung ini berbentuk gilik berwarna ungu tua sampai merah kecokelatan dengan jumlah segmen 75-165 dan klitelumnya terletak pada segmen 13 dan 17. Perionyx termasuk cacing agak manja sehingga dalam pemeliharaannya diperlukan perhatian yang lebih serius.
Cacing jenis Lumbricus rubellus memiliki keunggulan lebih dibanding kedua jenis yang lain di atas, karena produktivitasnya tinggi (penambahan berat badan, produksi telur/anakan dan produksi bekas cacing “kascing”) serta tidak banyak bergerak

Beberapa Manfaat Cacing Dalam bidang pertanian, cacing menghancurkan bahan organik sehingga memperbaiki aerasi dan struktur tanah. Akibatnya lahan menjadi subur dan penyerapan nutrisi oleh tanaman menjadi baik. Keberadaan cacing tanah akan meningkatkan populasi mikroba yang menguntungkan tanaman. Selain itu juga cacing tanah dapat digunakan sebagai:

  1. Bahan Pakan Ternak Berkat kandungan protein, lemak dan mineralnya yang tinggi, cacing tanah dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti unggas, ikan, udang dan kodok.  
  2. Bahan Baku Obat dan bahan ramuan untuk penyembuhan penyakit.Secara tradisional cacing tanah dipercaya dapat meredakan demam, menurunkan tekanan darah, menyembuhkan bronchitis, reumatik sendi, sakit gigi dan tipus.
  3. Bahan Baku Kosmetik Cacing dapat diolah untuk digunakan sebagai pelembab kulit dan bahan baku pembuatan lipstik.
  4. Makanan Manusia Cacing merupakan sumber protein yang berpotensi untuk dimasukkan sebagai bahan makanan manusia seperti halnya daging sapi atau ayam. Bahan pakan unggas yang berprotein tinggi dan berasal dari hewan biasanya cukup mahal. Cacing tanah merupakan salah satu jawaban di dalam mengatasi kelangkaan masalah protein hewani untuk unggas.
Kandungan protein cacing Dari hasil penelitian menunjukkan cacing tanah mempunyai kandungan protein cukup tinggi, yaitu sekitar 72%, yang dapat dikategorikan sebagai protein murni. Kalau dibandingkan dengan jenis bahan makanan asal hewan lainnya, misalnya ikan teri yang biasanya dipakai dalam campuran ransum unggas, mempunyai kandungan protein protein kasar berkisar antara 58-67% dan bekicot dengan kandungan protein 60,90%, masih jauh lebih rendah dibanding dengan cacing tanah.

Apalagi kalau dibandingkan dengan sumber protein dari bahan tanaman, seperti bungkil kedele, bungkil kelapa dan lain-lain, rata-rata kandungan proteinnya jauh lebih rendah dibanding cacing tanah. Demikian pula susunan asam amino yang sangat penting bagi unggas, seperti arginin, tryptophan dan tyrosin yang sangat kurang dalam bahan pakan yang lain, pada cacing tanah kandungannya cukup tinggi. Kandungan arginin cacing tanah berkisar 10,7% tryptophan, 4,4% tyrosin, 2,25%.
Oleh karena itu cacing tanah mempunyai potensi yang cukup baik untuk mengganti tepung ikan dalam ransum unggas dan dapat menghemat pemakaian bahan dari biji-bijian sampai 70%. Walaupun demikian, penggunaan cacing tanah dalam ransum unggas disarankan tidak lebih dari 20% total ransum.
Melihat kandungan protein pada cacing ini, maka cacing memang bagus untuk diberikan kepada burung. Burung apa saja, selama mau makan cacing, boleh saja diberi cacing.
Selama ini, burung yang sangat suka dengan cacing adalah anis kembang (AK) dan anis merah (AM). Namun demikian pada prakteknya, cacing juga sering diberikan untuk burung lain selama burung itu suka memakannya. Perlu digarisbawahi bahwa kesukaan burung pada cacing, termasuk masalah “kebiasaan” yang bisa dibentuk atau dilatih. Artinya, burung yang tidak doyan cacing, bisa dilatih sedikit demi sedikit agar mau cacing, terutama adalah burung-burung pemakan serangga dan/atau buah. Sedangkan burung pemakan biji, kebanyakan memang tidak suka cacing. 

 Sedangkan jenis cacing yang bisa diberikan kepada burung antara lain adalah:

1. Cacing Kristal atau cacing merah (lumbricus rabbelus)
Cacing kristal
Cacing ini biasa digunakan sebagai pakan ikan louhan, dan sering dijual dalam kantong plastik yang diberi media serbuk sagu dan tanah. Cacing kristal juga biasa digunakan sebagai umpan mancing dan kesukaan ikan-ikan bersisik seperti wader, tawes, lokas, jelawat, grass karp dan mujair. Ikan-ikan rawa juga senang dengan umpan ini di antaranya ikan sepat, betik, gurameh serta ikan oportunis yaitu ikan lele. Cacing ini dapat tumbuh sampai 10-15 cm dan berwarna merah-coklat gelap.

2. Cacing Bayam (eisenia sp)
Cacing bayam
Cacing ini biasa hidup di pematang-pematang swah atau juga di sayuran yang membusuk sehingga sering disebut cacing bayam. Dapat tumbuh sampai 40 cm panjangnya dan warnanya merah pucat. Selain disuka burung, cacing ini disuka oleh ikan gabus, betutu, jambal, baung dan lele. Karena cacing ini termasuk besar, maka untuk pemberiannya kepada burung perlu dipotong-potong dulu.

3. Cacing Tanah (lumbricus terestris)
Cacing tanah
Cacing ini di daerah jawa disebut cacing uker, karena biasanya akan melengkung atau mlungker (bahasa jawa) bila dipegang. Cacing ini mempunya segmen-segmen yang jelas, warna hitam gelap sampai abu-abu, hidup di tanah membuat liang mempunyai diameter batang tubuh yang paling besar diantara cacing lainnya dan karenanya juga perlu dipotong-potong dulu untuk diberikan kepada burung.

4. Cacing Fosfor (lumbricus sp)
Cacing fosfor atau cacing posphor
Cacing ini kalau dipencet akan mengeluarkan getah putih yang sangat lengket di tangan dan karena mengandung phospor, cairan ini akan terlihat menyala di malam hari. Ciri khas cacing ini adalah warna tubuhnya merah kecoklatan. Cacing ini termasuk lincah gerakannya sehingga kadang perlu dimatikan (dengan dipukul-pukulkan ke kayu) sebelum diberikan kepada burung. Cacing jenis banyak dibudidayakan untuk digunakan sebagai bahan baku obat. Cacing ini dapat berukuran sampai 30 cm.
Read more > Jenis-jenis cacing untuk pakan burung

Friday, November 30, 2012

Strategi ternak ulet hongkong

Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Selain sebagai petani, pada umumnya masyarakat Indonesia  mempunyai usaha sampingan seperti peternakan, perdagangan dan lain sebagainya.
Peternakan ulat hongkong merupakan salah satu upaya yang potensial untuk dikembangkan menjadi usaha peternakan rakyat. Selain karena cara budidaya yang mudah, peternakan ulat hongkong juga mempunyai peluang bisnis yang cukup menjanjikan mengingat  pangsa pasar yang sangat kondusif di Indonesia. Walaupun bernama ulat Hongkong, ulat ini jangan sekali-kali diterjemahkan sebagai “Hongkong Worm”, karena bisa saja orang malah akan mengernyitkan dahinya untuk mencoba mengerti apa yang anda maksud dengan “Hongkong Worm”. Mereka telah mempunyai nama “keren” di luar Indonesia sebagai Meal Worm atau Yellow Meal Worm . Ulat Hongkong sebenarnya merupakan larva dari serangga yang bernama latin Tenebrio molitor. Serangga ini merupakan hama pada produk biji-bijian atau serealia.

Di Indonesia, ulat hongkong dimanfaatkan sebagai pakan burung dan pakan ikan. Dengan meningkatknya bisnis ikan hias dan bisnis burung, baik burung hias maupun burung berkicau  akhir-akhir ini, tentunya kebutuhan terhadap ulat hongkong juga akan meningkat. Jenis burung yang menyenangi ulat hongkong cukup banyak macamnya diantaranya adalah kacer, jalak putih, cucak biru, culik-culik, kenari, cucakrawa, beo, murai daun, poksay, hwamei, murai batu, jalak bali dan jenis burung pemakan serangga lainnya.Oleh karena itu, usaha peternakan ulat hongkong perlu ditingkatkan baik kuantitas maupun kualitasnya. Dari segi kuantitas, berarti peternakan ulat hongkong perlu disebarluaskan pada masyarakat umum dan dari segi kualitas, berarti teknik  peternakan baik yang menyangkut pakan, papan maupun pemeliharaan harus ditingkatkan dan diperbaiki.

Taksonomi, Morfologi dan Habitat  Ulat Hongkong
Klasifikasi Ulat Hongkong
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Arthropoda
Class                : Insekta
Order               : Coleoptera
Suborder         : Polyphaga
Family             : Tenebrionidae
Genus              : Tenebrio
Spesies            : Tenebrio molitor

Tenebrio molitor lebih dikenal sebagai serangga, yang larvanya biasa dijadikan pakan burung peliharaan. Serangga T. molitor mempunyai sebaran luas hampir diseluruh permukaan planet bumi ini. Mereka mempunyai panjang tubuh sekitar 13 – 17 mm. Serangga ini aktif di malam hari , dan sering menyerang karpet, pakaian dan juga tanaman kering. Sedangkan ulatnya memakan biji-bijian, sereal, dan makanan cadangan manusia lainnya. Suhu sangat mempengaruhi pertumbuhan ulat hongkong  kalau suhunya optimal panjangnya bisa sampai 3 cm dan akan terlihat segar.

Gambar1. Larva (A), Kulit Larva setelah Moulting (B), Pupa (bagian belakang dandepan) (C) dan Kumbang Dewasa (T. molitor) (D) (Attawer, 2003)
Telur T. molitor berbentuk oval dan sangat sulit dilihat dengan ukuran panjangnya 1 mm. Ukuran panjang larva 30-35 mm, tubuhnya keras dan berwarna kuning kecoklatan. Ukuran pupa panjangnya sekitar 20 mm dan kumbang berwarna hitam mengkilat sekitar 15-20 mm ( Salem, 2002). Telur serangga-serangga yang berbeda sangat besar variasi penampilannya, kebanyakan telur adalah bulat, oval, atau memanjang. Kebanyakan telur serangga diletakkan dalam satu situasi dan mereka memberikan sejumlah perlindungan, pada waktu menetas akan mempunyai kondisi yang cocok bagi perkembangannya (Borror etal., 1982). Kumbang betina meletakkan telur satu-satu atau dibungkus dengan substansi yang dapat mengeras menjadi masa telur atau didalam suatu kantong yang dikenal sebagai ootheca (Noerdjito, 2003).
Bentuk larva kumbang sangat bervariasi, namun pada umumnya mempunyai kepala yang mudah dibedakan dari toraks (Noerdjito, 2003). Larva merupakan bentuk siklus hidup kedua dan mempunyai 13-15 segmen berwarna coklat kekuning-kuningan pada bagian tubuh (Salem, 2002). Instar-instar awal seperti cacing, dan yang muda pada tahapan ini disebut larva. Instar-instar larva yang berbeda tetapi sama dalam bentuk dan berbeda dalam ukuran (Borror et al., 1982).
Mengikuti instar larva terakhir, serangga berganti bentuk menjadi satu tahapan yang disebut dengan pupa. Serangga tidak makan pada waktu pupa dan tidak aktif (Borror et al., 1982), dan dikenal sebagai stadium istirahat, berwarna pucat, mirip mumi kumbang dewasa (Noerdjito, 2003). Pupa kumbang bertipe exarate, artinya dilengkapi dengan anggota tubuh yang bebas, terlihat dari luar, serta tidak berpegang erat pada substrat tempat berkembangnya pupa. Pada fase ini kumbang tidak makan, dan tidak aktif bergerak, tetapi didalam tubuh pupa terjadi perubahan besar organ-organ larva menjadi organ kumbang dewasa (Noerdjito, 2003). Tahap akhir setelah pupa yaitu dewasa. Dewasa pucat warnanya bila serangga muncul pertama kali dari pupa, dan sayap-sayapnya adalah pendek, lunak dan berkerut (Borror et al., 1982). Tubuh kumbang akan mengalami pengerasan (sklerotisasi) yang kuat dan berwarna lebih gelap, biasanya memerlukan waktu dari beberapa jam sampai waktu yang lama tergantung jenisnya (Noerdjito, 2003).

Seperti kebanyakan serangga, kumbang mempunyai dua pasang sayap, pasangan sayap depan tebal seperti kulit keras, disebut elytra, sebagai pelindung. Pada saat istirahat tepi dalam kedua elytra bertemu pada satu garis lurus dipunggung. Pasangan sayap belakang tipis (membraneus), dalam keadaan istirahat terlipat dibawah pasangan sayap depan dipergunakan untuk terbang (Maddison, 1995).
Ulat adalah tahapan larva dari kumbang T. molitor dan merupakan hama butiran serta produk butiran (Robinson, 1998). Kumbang dalam genus Tenebrio memakan produk butira-butiran baik pada tahapan larva maupun dewasa (Borror et al.,1982). Sebagian besar hama butiran dapat hidup pada butiran yang disimpan dengan kadar air 11,5 14,5%. Ulat hongkong mampu bertahan hidup pada kisaran suhu 25-270C (Robinson, 1998). Ulat hongkong (T. molitor) itu berpotensi sebagai hama gudang (Karjono, 1999).

Makanan dan Strategi Makan Ulat Hongkong
Makanan adalah suatu fakor yang sangat penting dalam menentukan banyaknya hewan dan tempat ia hidup (kemudian penyebarann
ya). Tingkah laku makan seekor serangga, apa yang dimakannya dan bagaimana ia makan, biasanya menentukan nilai ekonomik serangga. Tipe dan jumlah makanan yang dimakan dapat mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, reproduksi, kelakuan dan berbagai sifat-sifat morfologi lainnya, misalnya ukuran dan warnatubuh (Borror et al., 1982).


Serangga makan hampir segala macam, tidak terbatas makanan, dan mereka makan dalam banyak cara yang berbeda-beda (Borror et al., 1982). Dengan komposisi pakan seperti yang diberikan kepada induk, pertumbuhan larva relatif cepat. Kecepatan pertumbuhan dapat di deteksi dengan melihat pertambahan berat dari setiap kotak. Induk ulat dijamin tidak akan terbang selama masih ada pakan (Karjono, 1999).Gambar 3a. Pemberian pakan pada ulat hongkong  3b. pakan dimasukan pada media pembibitan ulat hongkong
Makan yang diperlukan oleh ulat hongkong yaitu:Makanan yang diperlukan serangga meliputi 10 asam amino esensial yang juga esensial bagi manusia (arginin, histidin, isoleusin, leusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptofan dan valin), sejumlah vitamin B, sterol beberapa turunan asam nukleat dan beberapa mineral (Borror et al., 1982). Makanan yang menyangkut kualitas dan kuantitasnya, pertumbuhan yang sangat cepat tidak akan tampak bila tidak didukung dengan pakan yang mengandung protein dan asam amino yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan ternak (Rasyaf, 1999). Serangga juga membutuhkan makanan yang mengandung air, mineral dan bahan organik untuk petumbuhan dan reproduksinya (Wigglesworth, 1972).
  • Pollard merupakan hasil ikutan dari penggilingan gandum yang mempunyai potensi untuk dijadikan sebagai pakan alternatif pengganti jagung. Kandungan zat nutrisi pollard hampir sama dengan jagung dan ini dapat diketahui dari kandungan protein yang cukup tinggi yaitu 15,1%. Pollard memiliki ciri yang kaya akan serat, amba dan rendah kandungan energy metabolisnya tetapi pollard sangat kaya akan protein dan profil asam aminonya mirip dengan gandum. Pengukusan pollard akan meningkat kandungan energinya sebanyak 10% dan P meningkat ketersediaan sebanyak 20% (Amrullah, 2003). Kandungan serat kasar pada pollard agak rendah, yaitu sekitar 10%, kandungan lemaknya hanya 4% dan kandungan energi metabolismenya sekitar 1.300 kkal/kg (Rasyaf, 1999).
  • Bekatul halus adalah dedak yang diperoleh dari pengayakan hasil ikutan dan penumpukan pada gelombang kedua dan ketiga atau hasil pengasahan pertama (huller) atau kedua (Parakkasi, 1999). Bekatul mengandung karbohidrat cukup tinggi, yaitu 51-55 g/100 g. Kandungan karbohidrat merupakan bagian dari endosperma beras karena kulit ari sangat tipis dan menyatu dengan endosperma. Kehadiran karbohidrat ini sangat menguntungkan karena membuat bekatul dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif.  Kandungan protein pada bekatul juga sangat baik, yaitu 11-13 g/100 g. Dibandingkan dengan telur, nilai protein bekatul memang kalah, tapi masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan kedelai, biji kapas, jagung, dan tepung terigu. Dibandingkan dengan beras, bekatul memiliki kandungan asam amino lisin yang lebih tinggi. Zat gizi lain yang menonjol pada bekatul beras adalah lemak, kadarnya mencapai 10-20 g/100 g. Minyak yang diperoleh dari bekatul dapat digunakan sebagai salah satu minyak makan yang terbaik di antara minyak yang ada, dan sudah dijual secara komersial di beberapa negara. Bekatul beras juga kaya akan vitamin B kompleks dan vitamin E. Vitamin B kompleks sangat dibutuhkan sebagai komponen pembangun tubuh, sedangkan vitamin E merupakan antioksidan yang sangat kuat. Selain itu, bekatul merupakan sumber mineral yang sangat baik, setiap 100 gramnya mengandung kalsium 500-700 mg, magnesium 600-700 mg, dan fosfor 1.000-2.200 mg. Bekatul juga merupakan sumber serat pangan (dietary fiber) yang sangat baik. Selain untuk memperlancar saluran pencernaan, kehadiran serat pangan juga berpengaruh terhadap penurunan kadar kolesterol darah.
  • Ampas tahu, Prabowo dkk., (1983) menyatakan bahwa protein ampas tahu mempunyai nilai biologis lebih tinggi daripada protein biji kedelai dalam keadaan mentah, karena bahan ini berasal dari kedelai yang telah dimasak. Ampas tahu juga mengandung unsur-unsur mineral mikro maupun makro yaitu untuk mikro; Fe 200-500 ppm, Mn 30-100 ppm, Cu 5-15 ppm, Co kurang dari 1 ppm, Zn lebih dari 50 ppm (Sumardi dan Patuan, 1983).
Di samping memiliki kandungan zat gizi yang baik, ampas tahu juga memiliki antinutrisi berupa asam fitat yang akan mengganggu penyerapan mineral bervalensi 2 terutama mineral Ca, Zn, Co, Mg, dan Cu, sehingga penggunaannya untuk unggas perlu hati-hati (Cullison, 1978).
Pertumbuhan ternak yang di beri pakan ampas tahu lebih cepat dari pada yang tidak diberi. Jika dikalkulasi nilai ekonomi peternak akan mendapat untung yang lebih.
Pada ulat berusia 1 bulan belum diberi makan sedangkan pada usia 1,5-2 bulan diberi makan berupa campuran ampas tahu dan bekatul. Ketika ulat hongkong sudah berubah menjadi serangga atau kepik diberi makan labu siam setiap 3 hari sekali.

Konsumsi dan Konversi Pakan
Tingkat konsumsi adalah jumlah pakan yang dikonsumsi oleh hewan apabila bahan pakan tersebut diberikan secara ad libitum. Tingkat konsumsi (Voluntary Feed Intake atau VFI) dapat menggambarkan palatabilitas (Parakkasi, 1999). Ransum broiler starter mengandung obat-obatan seperti coccidiostat, antibiotika dan antioksidan yang diperkirakan mempengaruhi konsumsi (Rasyaf, 1999). Menurut Wahju (1997) menyatakan, bahwa konsumsi ransum yang rendah berakibat penurunan konsumsi protein yang diperlukan untuk pertumbuhan optimum dan produksi.
Menururt Parakkasi (1999), konsumsi pakan merupakan faktor esensial yang menjadi dasar untuk hidup dan menentukan produksi. Faktor yang mempengaruhi konsumsi pakan adalah hewannya sendiri, makanan yang diberikan dan lingkungan tempat hewan itu dipelihara. Menurut Hutauruk (2005) hasil penelitian menunjukkan, bahwa pemberian pakan ke ulat tepung dapat dilakukan berdasarkan umur dan juga dengan memperhatikan atau mempertimbangkan faktor lain.
Konversi pakan adalah total pakan yang dikonsumsi untuk menaikkan bobot badan sebesar satu satuan (Kasim, 2002). Semakin rendah nilai konversi pakan berarti semakin efisien penggunaan pakannya atau semakin sedikit pakan yang dibutuhkan untuk menaikkan bobot badan sebesar satu satuan. Konversi pakan sangat baik digunakan sebagai pegangan efisiensi produksi karena erat kaitannya dengan biaya produksi. Keefesienan pakan dapat dilihat dari nilai konversi rendah, semakin rendah nilai konversi pakan maka efesiensi penggunaan pakan semakin tinggi (Rasyaf, 1999).

Pertumbuhan Ulat Hongkong
Serangga pada umumnya memiliki kerangka luar, dan bila serangga tumbuh atau meningkat ukurannya, rangka luar harus secara periodik dikelupas dan diganti dengan yang lebih besar (Borror et al., 1982). Menurut Harwood (1978) menyatakan, bahwa setelah menetas, serangga tumbuh melalui rangkaian moulting (melepas kulit lama) dan berkembang dalam kulit yang baru dan lebih besar. Pada tiap-tiap tahapan moulting akan tampak terjadi perubahan sisi luar. Moulting merupakan mekanisme dasar pertumbuhan utama pada serangga (Wigglesworth, 1972), dan dikontrol oleh hormone ecdyson yang dilepaskan oleh kelenjar protoraks (Harwood, 1978).
Menurut Frost (1959) Tenebrio merupakan tipe metamorfosis yang bersifat holometabola karena melewati empat tahap pertumbuhan yaitu telur, larva, pupa dan dewasa. Telur bersifat tidak aktif dan merupakan permulaan, larva bersifat aktif untuk makan dan tumbuh, pupa bersifat tidak aktif mulai beradaptasi dan berubah bentuk menuju ke dewasa, sedangkan kumbang aktif tetapi tidak tumbuh lagi melainkan mempersiapkan diri untuk bereproduksi. Tahapan-tahapan pradewasa dan dewasa serangga yang mengalami metamorfosis sempurna dan sangat berbeda dalam bentuk, hidup dalam habitat-habitat yang berbeda, dan mempunyai kebiasaan-kebiasaan yang sangat berbeda (Borror et al., 1982).


Siklus Hidup Ulat Hongkong
Kumbang ulat hongkong mempunyai siklus  hidup yang terdiri dari empat tahap yaitu telur, larva, pupa dan serangga dewasa atau yang dikenal dengan metamorphosis sempurna (Partosoedjono, 1985).
  • Telur: Telur T. molitor L. berbentuk oval, berukuran panjang 1 mm dan sangat sulit dilihat (Salem, 2002). Kebanyakan telur serangga diletakkan dalam satu situasi dimana mereka memberikan sejumlah perlindungan sehingga pada waktu menetas akan mempunyai kondisi yang cocok bagi perkembangannya (Borror et al., 1982). Menurut Amir dan Kahono (2003), kumbang betina meletakkan telur satu-satu atau dibungkus dengan substansi yang dapat mengeras menjadi masa telur atau di dalam suatu kantong yang dikenal sebagai ooteka.
  • Larva:  Bentuk larva kumbang sangat bervariasi, namun pada umumnya mempunyai kepala yang mudah dibedakan dari toraks (Amir dan Kahono, 2003). Larva merupakan bentuk siklus hidup kedua dan mempunyai 13-15 segmen berwarna coklat kekuning-kuningan pada bagian tubuh (Salem, 2002).
  • Pupa: Pupa merupakan tahapan siklus hidup ulat hongkong yang tidak makan dan tidak minum, berwarna kuning dan mirip mumi kumbang dewasa (Amir dan Kahono, 2003). Pupa T. molitor L. ini dapat mencapai panjang sekitar 15 mm, lebar 5 mm dan berwarna putih ketika pertama kali terbentuk kemudian berubah menjadi berwarna coklat kekuningan (Singh, 2003).
  • Serangga dewasa: Setelah pupa berumur sekitar 7 hari, kulit pupa pecah dan keluar kumbang. Pada saat baru keluar dari pupa, tubuh kumbang masih lunak dan pucat, sering disebut sebagai “teneral” (Amir dan Kahono, 2003). Menurut Singh (2003), kumbang ulat hongkong dewasa berwarna coklat gelap dengan panjang mulai dari 17 sampai 25 mm. Kumbang betina yang telah dewasa akan bertelur.
Reproduksi Ulat Hongkong
Reproduksi adalah kemewahan fungsi tubuh yang secara fisiologik tidak vital bagi kehidupan individual tetapi sangat penting bagi kelanjutan keturunan suatu jenis atau bangsa hewan. Pada umumnya, reproduksi baru dapat berlangsung sesudah hewan mencapai masa pubertas dan diatur oleh kelenjar-kelenjar endokrin dan hormon-hormon yang dihasilkan (Toelihere, 1981). Pada kumbang betina terdapat sepasang indung telur (ovari) yang terdiri dari ovariole. Tiap ovariole merupakan suatu buluh sel epitel yang berisi telur yang berbeda -beda perkembangannya (Partosoedjono, 1985). Kumbang jantan memiliki sistem reproduksi yang terdiri dari sepasang kelenjar kelamin, testes, saluran-saluran keluar dan kelenjar tambahan. Spermatogenesis pada kumbang jantan diselesaikan ketika mencapai tahapan dewasa (Borror et al., 1982). Pada serangga terdapat feromon yang merupakan aksi “bau” pada system syaraf pusat yang dapat mempengaruhi tingkah laku seksual (Nalbandov, 1990). Menurut Tarumingkeng (2001), feromon merupakan senyawa kimia yang terdapat pada serangga untuk komunikasi antar individu serangga, penarik lawan jenis dan mekanisme dalam menemukan makanannya. Husaeni dan Nandika (1989) menyatakan, bahwa faktor fisik (suhu, cahaya, kelembaban, angin dan lain-lain) dan faktor makanan mempengaruhi kemampuan berkembangbiak pada serangga. Telur yang dihasilkan serangga berbeda-beda jumlah, bentuk dan besarnya. Kadang-kadang serangga betina bertelur satu tetapi dalam keadaan ekstrim serangga bisa bertelur lebih dari satu juta (Pracaya, 2003). Kumbang Tenebrio dapat melontarkan 275 telur dalam waktu 22 sampai 137 hari (Lyon, 2001).

 Gambar 6. Serangga jantan dan betina dijadikan dalam satu wadah agar dapat bereproduksi






Kandungan Nutrisi Ulat Hongkong
Ulat hongkong mempunyai kandungan nutrisi kurang lebih : protein kasar 48 %, lemak kasar 40% , kadar abu 3 % , dan kandungan ekstrak non nitrogen 8%. Sedangkan kadar airnya mencapai 57 %. Dengan kandungan nutrisi demikian ulat hongkong tergolong baik sebagai sumber pakan ikan hias. Soemarjoto(1999) menyebutkan bahwa kandungan lemak pada ulat hongkong sering lebih tinggi dari pada kandungan proteinnya, sehingga pemberian ulat hongkong dapat meyebabkan kegemukan pada binatang yang mengkonsumsinya dengan segala aspek ikutannya.

Mortalitas
Mortalitas merupakan salah satu faktor yang penting dalam mengukur keberhasilan pemeliharaan ternak. Mortalitas adalah perbandingan antara jumlah seluruh ternak mati dengan jumlah total ternak yang dipelihara. Mortalitas dalam usaha peternakan dapat disebabkan karena manajemen pemeliharaan yang kurang baik (Haryadi, 2003). Hasil penelitian Paryadi (2003) menunjukkan, bahwa respon tingkat mortalitas yang tidak berbeda nyata mengindikasikan, bahwa spesies ulat tepung cukup toleran terhadap kandungan protein pakan dengan kisaran yang relatif luas (15,60-21,38%). Koefesienan keragaman tingkat mortalitas dalam penelitian ini semakin besar sejalan dengan penggunaan pollard. Hal tersebut menunjukkan, bahwa ulat tepung semakin sensitif terhadap penggunaan pollard yang terlalu tinggi sehingga mortalitas dari tiap kelompok sangat beragam. Koefesienan keragaman mortalitas yang tinggi pada semua perlakuan menunjukkan, bahwa mortalitas pada ulat tepung dipengaruhi oleh faktor lain di luar faktor perlakuan.
Mortalitas terjadi selama moulting, juga dalam tahap larva atau antara larva dan pupa, atau pupa dan dewasa (Schaffler dan Isely, 2001). Semakin rendah suhu lingkungan akan memperlambat perkembangan (memerlukan lebih dari enam bulan) dan temperatur yang tinggi dapat mengakibatkan peningkatan mortalitas (Culin, 2005).
Faktor suhu dan kelembaban lingkungan harus diperhatikan dalam masa penelitian ulat hongkong. Artinya, suhu dan kelembaban lingkungan membeikan pengaruh langsung dan tidak langsung pada ulat tepung. Bila suhu dan kelembaban pada tempat pemeliharaan ulat hongkong tinggi mengakibatkan ulat tepung menjadi stress sehingga berpengaruh pada tingkat konsumsi pakan yang menurun maka diperoleh pertumbuhan ulat hongkong yang tidak optimal dan bahkan terjadi tingkat mortalitas yang tinggi (Hutauruk, 2005).

Nilai Ekonomi Ulat Hongkong
Secara ekonomis Tenebrio molitor  mempunyai nilai positif, khususnya, ketika dalam fase larva sebagai ulat hongkong, karena mereka bisa diternakan dan dijadikan komoditi yang diperjualbelikan sebagai sumber makanan ikan, reptile, amfibi dan burung. Burung yang mengkonsumsi ulat hongkong yaitu kacer, jalak putih, cucak biru, culik-culik, kenari, cucakrawa, beo, murai daun, poksay, hwamei, murai batu, jalak bali dan jenis burung pemakan serangga lainnya.
Ulat untuk ikan hias biasanya berukuran lebih kecil Yakni berukuran 2 cm dengan berat rata-rata 100 mg, sedangkan udang yang mengkonsumsi yakni udang Windu. Ulat Untuk udang windu biasanya berukuran paling besar Yakni berukuran 3,5 cm dengan berat rata-rata 170  mg dengan usia sekitar 3 ½ bulan dan warnanya cukup gelap.

Teknik Budidaya
Pemeliharaan ulat hongkong tidak terlalu rumit  media pemeliharaan berupa campuran dedak halus(Polard)  dan ampas tahu kering. Tempat pemeliharaannya berupa ember plastik atau baskom atau berupa kayu tripleks dengan dilapisi solatip pada bagian bibirnya.

Gambar 7. Wadah pembibitan yaitu berupa segi empat yang terbuat dari triplek
Pemisahan Kepompong dan kotoran diantisipasi dengan menggunakan teknik pemeliharaan yang baru yakni, wadah tempat ulat hongkong dapat langsung menggunakan penyaring atau ayakan pada sisi alasnya. pakan sampingan yang cukup murah seperti ampas tahu yang masih basah, buah-buahan seperti pepaya, batang pohon pisang, sawi, bayam, batang talas, dan sayuran lain yang banyak mengandung air.

Gambar 8. Pemisahan antara serangga dewasa dengan telur melalui penyaringan

Dampak Positif  Pemakaian Ulat Hongkong
  • Burung yang mendapat pakan sampingan ulat hongkong dapat mengeluarkan bunyi atau kicau yang bagus dibandingkan tanpa mengkonsumsi Ulat hongkong
  •  Ikan Yang mendapat pakan sampingan ulat hongkanong aka lebih sehat  dan mempunyai daya tahan tubuh yang relatif baik serta mempunyai daya tarik yang indah dari warna kulitnya.
  • Udang yang mengkonsumsi Ulat Hongkong mempunyai pertumnbuhan yang relatif lebih cepat dari Udang biasa yang tidak mengkonsumsi Ulat Hongkong


Dampak Negatif Pemakaian Ulat Hongkong
Selain Dampak Positif, Ulat hongkong juga mempunyai dampak negatif. Selain menambah biaya perawatan, Penggunaan Ulat Hongkong dapat mengganggu  aspek kesehatan, Khususnya pada Burung. Widyaningsih(1999) Burung yang mengkonsumsi ulat hongkong Tidak tertutup kemungkinan akan mengalami beberapa masalah atau penyakit diantaranya Sakit Mata dan Pencernaan Yang tidak Sehat. Sedangkan Pemakaian Ulat hongkong yang berlebihan pada ikan akan menyebabkan kegemukan dan efek lainnya.

Metode Penggunaan Ulat Hongkong Sebagai Pakan Ternak
Ulat Hongkong tidak boleh dikonsumsi burung dalam keadaan hidup. Caranya, Ulat hongkong harus dicelupkan ke dalam air Hangat agar mati. Kemudian baru diberikan kepada burung berkicau. Ulat Hongkong tidak boleh digunakan secara berlebihan karena zat kitinnya yang menyebabkan Burung mengalami gangguan pencernaan. Demikian pula dengan ikan hias. penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan  kegemukan dan gangguan Pada kulit.

Strategi Pemasaran Produk
Pemasaran dilakukan dengan jasa orang ketiga sebagai distributor. Hal ini dilakukan untuk menghemat biaya dan mempermudah pembayaran. Produk yang dipasarkan ada 3 Jenis yakni Ulat Hongkong sebagai Pakan Sampingan/Suplemen  Burung, Ulat Hongkong Sebagai Pakan Sampingan/Suplemen  Ikan Hias, dan Ulat Hongkong Sebagai pakan Sampingan/Suplemen  Udang. Ulat Jenis Ini Berukuran 3 cm dengan berat rata-rata 150 mg. Daerah yang banyak permintaan terhadap Ulat Hongkong ini antara lain Kudus dan Malang. Ulat yang dikonsumsi ikan hias mempunyai perlakuan yang berbeda yakni Ulat yang diberikan setelah ada manipulasi dengan Nutrisi tertentu. Seperti beta karoten yang terdapat dalam wortel. Ulat untuk ikan hias biasanya berukuran lebih kecil Yakni berukuran 2 cm dengan berat rata-rata 100 mg Daerah yang banyak permintaan terhadap Ulat Hongkong ini antara lain Bali. Udang yang mengkonsumsi yakni Udang Windu. Ulat Untuk udang windu biasanya berukuran paling besar yakni berukuran 3,5 cm dengan berat rata-rata 170  mg dengan usia sekitar 3 ½ bulan dan warnanya cukup gelap. Daerah Yang banyak permintaan terhadap Ulat Hongkong ini adalah Semarang. Profit Usaha mengalami penurunan harga karena kendala adanya kematian yang disebabkan oleh iklim yang kurang mendukung. Namun tidak terlalu signifikan dengan Grafik Keuntungan yang tetap naik.  Hasil panen Sekitar 90 Kg. jumlah ini berkurang dari harapan panen mencapai lebih dari 100 Kg.
Read more > Strategi ternak ulet hongkong
 
 
Copyright © seputar info burung
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo